“Kita tidak ridho tentara kita dijadikan alat untuk melucuti para pejuang,” katanya.
Dalam orasinya, Dani juga mengungkapkan data pelanggaran yang diklaim terjadi selama masa gencatan senjata. Dia menyebut, ribuan pelanggaran dilakukan Israel dengan ratusan korban jiwa dari kalangan sipil.
“Selama 4 bulan ada sekitar 1.600 pelanggaran yang dilakukan Israel ke Palestina. Lalu 500 korban meninggal mayoritas sipil. Kami melihat gencatan senjata hanya ilusi,” ujar dia.
Baca Juga:BULOG Kancab Bandung Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan, Stok Dipastikan AmanPA Kota Cimahi Bahas Kesejahteraan Yudisial dalam Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOA
Terkait Board of Peace, Dani menilai badan tersebut tidak melibatkan Palestina secara setara dan cenderung menekan satu pihak. Ia menyoroti permintaan pelucutan senjata kepada Hamas yang tidak dibarengi tuntutan serupa kepada Israel.
“Banyak orang melihat Palestina tidak masuk board of peace dan lucunyketika mereka meminta ke hamas menarik senjata. Namun kepada Israel tidak meminta narik senjata,” katanya.
Di akhir orasi, Dani menyerukan agar pemerintah Indonesia menarik diri dari Board of Peace dan meningkatkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, terutama menjelang bulan Ramadan. Dia memastikan aksi solidaritas akan terus dilakukan meski dengan jumlah massa terbatas.
“Kami tidak peduli yang mau datang 10 atau 50, yang pasti kami terus tegak membela Palestina,” pungkasnya.
