Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, dapur-dapur produksi kue keranjang kembali hidup. Aroma manis adonan yang dikukus perlahan menjadi penanda dimulainya perayaan yang hanya hadir sekali dalam setahun, namun selalu dinanti.
Anya Anindya Clarissa, Magang Jabar Ekspres.
Berbeda dengan produsen pada umumnya, usaha kue keranjang ini tidak beroperasi sepanjang tahun. Produksi hanya dilakukan sekitar 1,5 bulan sebelum Imlek karena kue yang dihasilkan dibuat tanpa bahan pengawet.
Usaha ini telah berjalan sejak 2001. Pada awalnya, pemilik hanya memproduksi mooncake sebagai kue khas perayaan Imlek. Namun karena masih berada dalam kategori kue musiman dan erat kaitannya dengan tradisi Tionghoa, variasi produk kemudian dikembangkan dengan menghadirkan kue keranjang.
Baca Juga:Kurang Terawat, Halte Depan UIN Bandung Dinilai Tak NyamanVolume Sampah di TPS Pangaritan Tinggi, Petugas Bekerja hingga 12 Jam
Sejak saat itu, kue keranjang menjadi produk yang selalu dinantikan setiap menjelang Tahun Baru Imlek. Meski permintaan biasanya mulai terasa dua hingga tiga bulan sebelum Imlek, produksi baru dimulai 1,5 bulan sebelumnya demi menjaga kualitas dan kesegaran produk.
“Permintaan biasanya sudah mulai terasa dua sampai tiga bulan sebelum Imlek, tapi karena produksi baru dimulai 1,5 bulan sebelumnya, pesanan baru benar-benar kami terima sejak hari pertama pembuatan dimulai,” ujar Priscilia kepada Jabar Ekspres, Minggu (8/2/2026).
Dalam sehari, jumlah pesanan bisa mencapai 200 hingga 500 dus. Pesanan datang melalui berbagai jalur, baik secara offline maupun online. Penjualan daring bahkan menjadi salah satu tulang punggung distribusi, menjangkau konsumen melalui reseller hingga pengiriman ke supermarket yang menerapkan sistem pengiriman sesuai permintaan.
Tingginya permintaan membuat jam kerja otomatis bertambah. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, manajemen membagi pekerjaan ke dalam beberapa divisi, mulai dari produksi, tim penjualan online, hingga divisi khusus yang menangani reseller dan mitra supermarket.
Meski demikian, tidak semua pesanan dapat dipenuhi. Pengiriman ke luar daerah terpaksa ditolak apabila waktu tempuh dinilai tidak memungkinkan untuk menjaga kualitas produk. Namun di luar kendala tersebut, hampir tidak ada pesanan yang ditolak berkat pembagian tugas yang tertata rapi di setiap divisi.
Menariknya, usaha ini tidak memiliki pembanding penjualan di hari biasa. Pasalnya, di luar momen Imlek, mereka sama sekali tidak memproduksi maupun menjual kue keranjang. Produk ini murni dihadirkan sebagai sajian khas perayaan, bukan barang stok yang tersedia sepanjang tahun.
