Jelang Ramadan, Harga Pangan di Kota Bandung Mulai Alami Fluktuasi

Jelang Ramadan, Harga Pangan di Kota Bandung Mulai Alami Fluktuasi
Pedagang merapikan telur di Pasar Modern Batununggal, Kota Bandung, Rabu (11/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Sejumlah harga kebutuhan pokok di Kota Bandung mulai mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadan. Kenaikan terjadi pada beberapa komoditas strategis seperti cabai, bawang, minyak goreng, hingga daging ayam.

Berdasarkan data pemantauan harga pangan Kota Bandung melalui laman resmi Arimbi, harga cabai rawit merah kini berada di kisaran Rp55.000 per kilogram, cabai merah dan cabai merah keriting sekitar Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual di kisaran Rp37.000–Rp42.000 per kilogram dan bawang putih sekitar Rp40.000 per kilogram.

Untuk komoditas lainnya, harga minyak goreng kemasan berada di kisaran Rp20.000–Rp22.000 per liter, sedangkan minyak goreng curah sekitar Rp17.000–Rp17.500 per liter.

Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi Minta Percepat Pemulihan Pascabencana di PemalangKetergantungan Pangan dari Luar Kota Jadi Sorotan, Bandung Bentuk Forum Multipihak

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh para pedagang di Pasar Induk Gedebage, Indra (36). Diakuinya, tren kenaikan sudah mulai terlihat sejak satu pekan terakhir.

“Biasanya memang menjelang puasa harga mulai naik. Terutama cabai dan bawang yang paling cepat berubah. Sekarang cabai rawit sudah di atas Rp50 ribu per kilo. Pembeli jadi lebih selektif, belinya sedikit-sedikit,” ujarnya, kepada Jabarekspres, Rabu (11/2).

Pedagang lainnya, Santi (31) menambahkan, meski harga naik, pasokan sejauh ini masih relatif aman. Namun, ia mengkhawatirkan potensi lonjakan lebih tinggi jika permintaan meningkat drastis saat memasuki pekan pertama Ramadan.

“Barang ada, tidak kosong. Tapi kalau permintaan makin tinggi dan kiriman dari daerah penghasil tersendat karena cuaca, biasanya harga bisa naik lagi,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melakukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan menekan potensi inflasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pengamanan suplai bahan makanan menjadi prioritas utama pemerintah daerah menjelang Ramadan. Menurutnya, stabilitas pasokan sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga di pasaran.

“Yang sudah dipersiapkan, pertama adalah suplai bahan makanan untuk mencegah terjadinya inflasi. Makanya saya bersama Pak Ronny dan Pak Budi dari UMKM berkeliling ke berbagai tempat untuk memastikan bahan makanan tersedia,” ujar Farhan

0 Komentar