Mohan Hazian Terseret Kasus Kekerasan Seksual, Ini Kronologi yang Diungkap Korban

Mohan Hazian Terseret Kasus Kekerasan Seksual, Ini Kronologi yang Diungkap Korban
Mohan Hazian Terseret Kasus Kekerasan Seksual/foto: instagram @mohanhazian, tangkapan layar utas X @aarummanis
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Media sosial X tengah dihebohkan dengan dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian, owner brand Thanksinsomnia. Kasus ini merebak setelah salah satu akun X @aarummanis mengunggah utas pada Minggu, 8 Februari 2026.

Pemilik akun mengungkap kejadian yang dialaminya sekitar bulan Mei 2025 ketika ia menerima kerjasama dengan streetwear lokal yang berasal dari Tangerang, Banten tersebut.

Dalam utas yang ditulisnya, Saa yang merupakan pemilik akun mengekspos kejadian yang pernah ia alami ketika dirinya menjadi talent. Dalam sebuah video yang beredar, Saa terlihat mempromosikan cincin dari produk Thanksinsomnia.

Baca Juga:Viral Begal Motor, 12 Pelaku di Bawah Umur Ditangkap Polres Cimahi!Video Viral “Sok Imut” Bikin Heboh Medsos, Sosok Pemeran Wanita Ini Jadi Buruan Warganet

Kronologi Kejadian

“Bulan Mei 2025, saya dapet job sebagai Talent untuk photoshoot/videoshoot untuk salah satu brand lokal terkenal dengan owner inisial M. Pada saat photoshoot tidak ada hal yang aneh dan semua berjalan lancar,” tulis Saa.

Saa mengungkap jika semua proses berjalan lancar, namun ia merasakan perubahan suasana ketika sesi pemotretan selesai. Saa yang awalnya mengira akan makan bersama setelah sesi tersebut, justru dibawa kembali ke area pemotretan dan tinggalkan berdua bersama pelaku.

“Saya pun ditinggal sendiri bersama owner (M). Saya bingung karena saya berpikir bahwa kita semua akan makan di luar. Tetapi, saya dibawa masuk lagi ke area photoshoot. Saya bingung dan merasa curiga bertanya ‘Bukannya mau makan di luar?’,” tulisnya.

Kecurigaan tersebut lantas terbukti. M mulai melakukan tindakan tidak sopan kepada Saa. Meski korban mengaku sempat memberikan penolakan keras dan perlawanan, pelaku tetap melancarkan aksinya dengan agresif.

“Kemudian Owner M melancarkan aksinya dan mulai melecehkan saya. Saya dengan tegas mengatakan tidak, tetapi Owner M tetap tidak peduli. Owner M memaksa untuk memegang saya, mencium saya, bahkan naik ke atas saya. Saya kemudian sekuat tenaga mendorong, mencakar, dan memukul M,” tulisnya.

Karena khawatir membahayakan nyawanya, Saa kemudian mencoba bersikap kooperatif meskipun tindakan pelecehan tersebut sudah di depan matanya.

“Kemudian Owner M semakin ganas dan jahat. Saya kemudian berpikir apabila saya melawan, Owner M akan semakin kasar kepada saya. Saya kemudian mencoba menenangkan diri dan berusaha terlihat baik kepada Owner M. Saya pada saat itu 90% yakin saya akan diperkosa,” lanjutnya.

0 Komentar