Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Mengubah Peta Perbankan Indonesia

Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Mengubah Peta Perbankan Indonesia
Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Mengubah Peta Perbankan Indonesia
0 Komentar

BSI juga dipercaya mendistribusikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang telah tersalurkan seluruhnya ke pembiayaan.

License sebagai bullion tahun ini berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan dan peningkatan customer base. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, bisnis emas BSI menembus sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas yang terdiri dari Bullion Bank, Cicil emas dan Gadai Emas.

Pembiayaan yang sehat dan sustain mendorong pertumbuhan laba perseroan mencapai Rp7,57 Triliun naik 8,02% (YoY).

BSI Dukung Program Perekonomian Pemerintah

Baca Juga:OJK Yakin "Free Float" 15 Persen Tak Pengaruhi Peminat IPO, Benarkah?Menkeu Buru Perusahaan Baja di Tangerang, Mangkir Pajak hingga Rp500 Miliar!

Selain bullion bank dan penempatan dana SAL, BSI juga berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1350 virtual account Mitra BGN. BSI juga turut mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP.

Selain itu, BSI telah melakukan penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp12,2 Triliun kepada 90 ribu nasabah. BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah FLPP (rumah subsidi), dimana sejak merger, BSI telah menyalurkan FLPP sebesar Rp3,5 Triliun dengan jumlah rumah 23 ribu unit.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkap BSI terus meningkatkan layanan kepada nasabah yang saat ini berjumlah 23,1 juta nasabah naik 2,03 juta nasabah dibandingkan tahun sebelumnya yang mana pertambahan customer base antara lain dari sosialisasi produk haji, emas, nasabah prioritas dan payroll.

“Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen.’’

BSI juga terus memperkuat transformasi IT dan digital transaction termasuk meningkatkan performance IT untuk menghasilkan layanan yang cepat, aman dan reliable dalam rangka menjangkau masyarakat lebih luas hingga pelosok negeri.

BSI memiliki 1.049 kantor cabang, 6 ribu unit ATM/CRM, 126 ribu layanan laku pandai (BSI Agen), kerjasama mesin EDC sebanyak 21 ribu merchant dan QRIS sebanyak 563 ribu merchant. BSI mencatat pengguna mobile banking BYOND by BSI sebanyak 5,9 juta dan aplikasi BEWIZE mencapai 43 ribu user.

Sepanjang 2025, BSI juga secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat melalui program beasiswa pendidikan siswa berprestasi, program kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, ekonomi, kesehatan dengan lebih dari 10 ribu penerima beasiswa, 4.900 UMKM binaan, pengelolaan 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia) dan bantuan kebencanaan khusus Aceh diantaranya bantuan Huntara, logistik mencapai lebih dari 200 ton, alat komunikasi starlink dan HP satelit, pendirian dapur umum, posko trauma healing dan posko kesehatan dan dukungan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak.

0 Komentar