Lewat Sosialisasi Kelas Industri, SMKN 3 Cimahi Gandeng Harris Hotel Cetak Siswa Kuliner Siap Kerja

Sosialisasi Kelas Industri di SMKN 3 Cimahi Kolaborasi dengan Haris & Pop! Hotel Festival Citilink Bandung
Sosialisasi Kelas Industri di SMKN 3 Cimahi Kolaborasi dengan Haris & Pop! Hotel Festival Citilink Bandung/Foto: Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya menyiapkan lulusan vokasi yang benar-benar siap terjun ke dunia kerja terus diperkuat SMK Negeri 3 Cimahi. Melalui program Kelas Industri, sekolah ini menggandeng Harris & Pop! Hotel Festival Citylink Bandung untuk membentuk karakter, keterampilan, dan mental kerja siswa sejak dini.

Program tersebut disosialisasikan kepada orang tua siswa kelas XI konsentrasi keahlian kuliner, Jumat (6/2/2026), di Aula Alamanda (Cafe Tilu) SMKN 3 Cimahi.

Lebih dari seratus orang tua siswa hadir dalam sosialisasi yang menjadi titik krusial sinergi antara sekolah, industri, dan keluarga. Sosialisasi ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi tak lagi cukup berorientasi pada teori, melainkan harus berakar kuat pada kebutuhan nyata dunia kerja.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

Perwakilan Harris & Pop! Hotel Festival Citylink Bandung, Ismail Fajar Septiana, menjelaskan bahwa Kelas Industri merupakan program kolaboratif yang telah mendapat legitimasi dari Dinas Pendidikan.

“Basically kita punya kolaborasi yang memang bisa dibilang hal yang dilegitimasikan lah dari sisi Dinas Pendidikannya juga gitu, dan ini programnya namanya Kelas Industri,” ujar Ismail saat diwawancarai Jabar Ekspres di sekolah.

Menurut Ismail, tujuan utama program ini adalah mengembalikan marwah pendidikan vokasi sebagai pencetak sumber daya manusia siap kerja.

“Tujuannya sih sebenarnya untuk bisa mencapai apa yang seharusnya vokasi itu cetak, yaitu sumber daya manusia yang siap pakai atau siap guna,” katanya.

Saat ditanya apakah hal itu berarti siswa dipersiapkan langsung untuk bekerja, Ismail menegaskan kembali bahwa siswa siap kerja. “Betul sekali gitu. Kalau kita istilahnya antara siap pakai dan siap guna untuk di dunia kerja,” tegasnya.

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, Ismail menekankan pentingnya proses pembentukan karakter agar siswa tidak mengalami culture shock saat memasuki dunia industri.

“Nah, supaya apa? Nanti mereka itu tidak mengalami culture shock dan lain sebagainya. Tapi yang paling penting adalah prosesnya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung

Dalam proses tersebut, industri fokus pada pembentukan disiplin dan karakter khas dunia hospitality, terutama perhotelan.

“Nah, di proses ini kita berfokus terhadap sumber daya manusia yang punya tingkat disiplin dan juga punya karakter yang memang harus dibentuk sesuai dengan karakter orang-orang yang bekerja di dunia hospitality, terutama di perhotelan,” jelasnya.

0 Komentar