JABAR EKSPRES – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat periode November 2025 menunjukkan tren positif. Angkanya turun, tapi serapan di sektor pertambangan dan galian jadi negatif.
Hal itu berdasarkan publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kamis (5/2). BPS mencatat TPT Jawa Barat pada November 2025 ada di angka 6,66 persen. Angka itu menunjukkan penurunan dibanding periode Agustus yang masih di 6,77 persen.
Secara jumlah pengangguran juga menunjukan tren yang sama. Pada November tercatat masih ada 1,77 juta orang nganggur di Jawa Barat. Angka itu juga menurun dibandingkan Agustus yang ada di 1,78 juta orang.
Baca Juga:Mendekati Akhir Operasi SAR, Baru 52 Korban Longsor Cisarua TeridentifikasIBuah Bit, Umbi Kaya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh
Kemudian BPS juga mencatat terkait serapan tenaga kerja menurut lapangan usaha. Warga Jawa Barat paling banyak terdistribusi bekerja di sektor perdagangan dengan 22,44 persen. Disusul industri pengolahan dengan 18,61 persen dan pertanian dengan 15,43 persen.
Selama Agustus – November 2025, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan juga yang menunjukkan perubahan tertinggi dalam hal serapan tenaga kerja. Yakni bertambah 99,82 ribu orang. Di susul sektor Pendidikan bertambah 46,84 ribu orang serta penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum bertambah 37,98 ribu orang.
BPS menilai bahwa perubahan itu dipengaruhi salah satunya program Makan Bergizi Gratis. Karena lebih dari 2.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berdiri sejak Agustus 2025.
Namun yang cukup menjadi perhatian ada di sektor pertambangan dan galian. Sektor itu menunjukkan pengurangan dari serapan tenaga kerja sampai – 42,62 ribu orang.
Berkaitan dengan itu, Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati menilai bahwa penurunan tersebut juda buntut dari sejumlah kebijakan yang dilakukan Pemprov Jabar. Yakni terkait penutupan tambang-tambang ilegal. “Jelas karena ketika tambang tutup maka tidak ada aktivitas yang melibatkan pekerja lagi,” cetusnya.
PHK Jabar Tinggi
Dalam kesempatan itu, Margaretha juga sempat menyinggung terkait data PHK yang tinggi di Jawa Barat selama 2025. Prediksinya, masyarakat juga tidak tinggal diam setelah PHK.
Tingginya PHK itu berdasarkan data berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang menyebut bahwa sepanjang 2025, sebanyak 18.815 orang kena PHK di Jabar.
Baca Juga:Rayakan 3 Tahun Perjalanan, Grey Art Gallery Perluas Ekosistem Lewat GREY Hair and Nail Artistry dan GREY CUBEHari ke-11 Pencarian, 67 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu Teridentifikasi
Rinciannya, sebanyak 1.738 pekerja kena PHK pada Januari, Februari 3.973, Maret 1.465, April 1.490, Mei 1.375, Juni 1.544, Juli 1.815, Agustus 1.577, September 2.050, Oktober 1.032, November 652, dan Desember 104.
