Mendekati Akhir Operasi SAR, Baru 52 Korban Longsor Cisarua TeridentifikasI

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana (tengah) saat ditemui di Posko Penanganan Bencana Longsor Pasirlan
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana (tengah) saat ditemui di Posko Penanganan Bencana Longsor Pasirlangu.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Operasi pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendekati masa akhir. Namun dari 80 warga Desa Pasirlangu yang dilaporkan hilang, baru 52 orang identitasnya berhasil dipastikan oleh petugas.

Hingga hari ke-13 operasi pencarian, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sedikitnya 93kantung jenazah dari area longsoran. Seluruh kantung jenazah tersebut selanjutnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan dari total 92 kantung jenazah yang diterima tim DVI, sebanyak 71 kantung jenazah telah menjalani pemeriksaan awal.

Baca Juga:Buah Bit, Umbi Kaya Manfaat untuk Kesehatan TubuhRayakan 3 Tahun Perjalanan, Grey Art Gallery Perluas Ekosistem Lewat GREY Hair and Nail Artistry dan GREY CUBE

“Berdasarkan rilis DVI pada 4 Februari 2026 pukul 16.30 WIB, dari 71 kantung jenazah yang diperiksa, sebanyak 68 korban berhasil diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, 52 orang merupakan warga Desa Pasirlangu yang masuk dalam daftar 80 orang hilang,” kata Ade Dian, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini masih terdapat 21 kantung jenazah yang menjalani proses identifikasi lanjutan. Hal itu disebabkan kondisi jenazah yang tidak utuh atau masih memerlukan pencocokan data tambahan.

“Proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Beberapa jenazah membutuhkan pemeriksaan lanjutan, termasuk pencocokan data antemortem dari pihak keluarga,” ujarnya.

Ade Dian menambahkan, operasi pencarian dan evakuasi korban longsor dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (6/2/2026), seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana.

Setelah masa tersebut berakhir, pihaknya akan menggelar rapat evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk membahas kemungkinan perpanjangan operasi pencarian.

“Kami berkomitmen menjalankan operasi hingga masa tanggap darurat berakhir pada 6 Februari. Setelah itu akan dilakukan evaluasi menyeluruh terkait kelanjutan proses pencarian,” katanya.

Sebelumnya, pada hari ke-12 pencarian, tim SAR gabungan kembali menemukan tujuh kantung jenazah di lokasi longsor. Dengan temuan tersebut, total kantung jenazah yang berhasil dievakuasi sejak awal operasi mencapai 92 kantung.

Baca Juga:Hari ke-11 Pencarian, 67 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu TeridentifikasiLangkah Tua Emak Eti, Rezeki dari Gorengan

Operasi SAR difokuskan untuk mencari 80 warga Desa Pasirlangu yang dilaporkan hilang akibat longsor besar yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Selain warga sipil, bencana tersebut juga menelan korban dari unsur TNI.

“Selain warga desa, terdapat 24 personel TNI Marinir yang telah dikonfirmasi menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini,” pungkas Ade Dian. (Wit)

0 Komentar