JABAR EKSPRES– Inovasi di ranah seni dan ekonomi kreatif kembali dihadirkan Grey Art Gallery. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-3, Grey resmi membuka GREY Hair and Nail Artistry, sebuah salon kecantikan berkonsep galeri seni yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.
Berlokasi di Jl. Cilaki No. 28, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, ruang ini menawarkan pengalaman berbeda, di mana layanan kecantikan berpadu dengan karya seni rupa kontemporer yang dipajang di dinding salon.
Tak sekadar tempat perawatan rambut dan kuku, GREY Hair and Nail Artistry dirancang sebagai ruang apresiasi seni yang menyatu dengan aktivitas keseharian. Konsep ini menegaskan bahwa seni tak lagi terbatas di ruang galeri konvensional, melainkan dapat hadir secara cair dalam gaya hidup urban masyarakat.
Baca Juga:Hari ke-11 Pencarian, 67 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu TeridentifikasiLangkah Tua Emak Eti, Rezeki dari Gorengan
GREY Hair and Nail Artistry merupakan bagian dari ekosistem Grey yang lebih luas. Grey sendiri digagas oleh Grace Christianti, Elia Yoesman, dan Jennifer Sugianto, dengan visi menghadirkan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus membuka ruang interaksi publik yang lebih luas terhadap praktik seni rupa kontemporer.
Pada tahun pertamanya, GREY Hair and Nail Artistry menghadirkan karya-karya dengan visualisasi monokrom hitam–putih. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Kehadiran karya dalam spektrum warna minimalis tersebut memberi ruang bagi pengunjung untuk merasakan jeda, ketenangan, sekaligus refleksi di tengah rutinitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni dapat menjadi bagian dari cara kita menjalani hari. Di GREY Hair and Nail Artistry, setiap karya hadir di tengah aktivitas sehari-hari, sehingga pengunjung bisa merasakan seni secara langsung, yakni sebagai teman, inspirasi, atau momen refleksi dalam rutinitas mereka,” ujar Owner sekaligus Founder GREY Hair and Nail Artistry, Grace Christianti, Selasa (3/2/2026).
Menariknya, karya seni yang dipamerkan tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga tersedia untuk dijual. Skema ini membuka jalur distribusi karya sekaligus memperluas akses pasar bagi seniman, menjadikan salon sebagai ruang pertemuan antara seni, publik, dan ekonomi kreatif.
Memperluas Ekosistem Seni Rupa
