Tebing Ambrol di Sukamanah Ciamis, Satu Nyawa Melayang dan Dua Rumah Rusak

Petugas gabungan saat membersihkan matrial longsor di dalam runah warga di Sukamanah Ciamis
Petugas gabungan saat membersihkan matrial longsor di dalam runah warga di Sukamanah Ciamis. Akibat pergerakan tanah ini, saru orang dilaporkan meninggal dunia. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, sejak Senin (2/2/2026) sore, berujung pada tragedi memilukan.

Intensitas curah hujan yang tinggi memicu bencana tanah longsor yang menelan satu korban jiwa. Sebuah tebing setinggi sekitar lima meter di Kampung Gunung Bangka Dua, Desa Sukamanah, ambrol dan menerjang pemukiman warga pada dini hari, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Longsor terjadi dengan tiba-tiba dan menghantam tiga rumah warga. Satu rumah milik warga tertimbun material tanah secara langsung.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

Akibat musibah tersebut, seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Ikah (73 tahun) dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun di dalam kamarnya. Enam anggota keluarga lain yang berada di rumah berhasil menyelamatkan diri dengan panik, beberapa di antaranya mengalami luka-luka ringan.

Rudiana (45), salah satu korban selamat dan keluarga dari almarhumah, dengan pilu menceritakan detik-detik mengerikan itu. Ia menyatakan kejadian bermula dengan suara gemuruh keras yang semula dikira gempa bumi.

“Suaranya sangat keras, tanah seperti berguncang. Semua panik dan langsung berusaha menyelamatkan diri ke luar rumah. Saya dan lima anggota keluarga yang lain bisa selamat, tapi mertua saya, Ibu Ikah, masih tertinggal di dalam kamar. Beliau ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, longsor diduga kuat terjadi karena kondisi tanah yang telah labil tidak mampu lagi menahan beban resapan air hujan yang intens dalam beberapa jam terakhir.

Faktor yang memperparah dampak bencana adalah ambrolnya sebuah kolam ikan yang berada tepat di atas tebing, sehingga volume material yang jatuh menjadi lebih besar.

“Satu rumah tertimbun material dan dua rumah lainnya terdampak. Untuk korban jiwa, Ibu Ikah, telah dikebumikan pada pagi tadi sesuai tradisi dan agama yang dianut,” jelas Ani Supiani.

Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung

Ia menambahkan bahwa tim BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan relawan telah langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan dan proses evakuasi. Bantuan logistik seperti makanan siap saji, selimut, dan tenda darurat juga telah disiapkan untuk keluarga korban.

0 Komentar