“Artinya, ada kekosongan di situ. Nah, ini berkaitan langsung dengan kebutuhan,” ujar Nana.
Dalam upaya mengisi kekosongan tersebut, Disdik Cimahi menegaskan bahwa aspek kompetensi menjadi perhatian utama. Nana menyebut, ke depan tenaga pendidik yang dibutuhkan adalah mereka yang telah lulus atau memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Karena kita bicara tentang kompetensi,” katanya.
Selain kompetensi akademik, faktor kedekatan domisili dengan sekolah juga menjadi pertimbangan. Menurut Nana, jarak tempat tinggal guru dengan sekolah dapat berdampak langsung pada kedisiplinan dan efektivitas proses belajar-mengajar.
Baca Juga:Kekerasan Seksual Libatkan Guru Honorer, Tindakan Cepat Diambil SMKN 3 Cimahi!Pengangkatan Honorer Cimahi Masuki Deadline, Pemkot Tegaskan Tak Ada Rekrutmen Baru 2026!
“Yang bersangkutan juga harus dekat dengan sekolah. Jangan sampai karena jarak yang jauh, datang ke sekolah jadi terlambat dan pembelajaran tidak maksimal,” ujarnya.
Terkait data kesejahteraan dan kebutuhan guru honorer, Nana menyampaikan bahwa proses pendataan masih berjalan. Disdik baru menghimpun laporan dari para kepala sekolah pada Rabu pekan lalu, sehingga diperlukan waktu untuk mengolah dan memverifikasi data tersebut.
“Kita juga harus menghitung kemampuan BOS masing-masing sekolah. Kemudian berkaitan dengan jam mengajar supaya mereka juga bisa mendapatkan sertifikasi dari pemerintah,” jelas Nana.
Saat ini, pengolahan data masih dilakukan di tingkat bidang terkait. Meski demikian, Nana menegaskan bahwa keberadaan guru honorer di Kota Cimahi masih ada dan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Pada prinsipnya, guru honorer masih ada dan ke depan kita juga masih akan mengalokasikan tambahan untuk mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, skema pemberian tambahan kesejahteraan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Di sisi lain, pemerintah kota juga memperoleh informasi bahwa akan ada insentif dari pemerintah pusat, di luar sertifikasi yang sudah diterima sebagian guru.
“Kami dapat informasi dari Pak Wali Kota bahwa nantinya juga akan ada insentif dari pemerintah pusat, selain yang berasal dari sertifikasi,” jelas Nana.
Baca Juga:120 Honorer Cimahi Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Pelantikan Tinggal MenungguHonorer Cimahi Belum Lolos Seleksi P3K, Pemkot Siapkan Skema Paruh Waktu
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Gunardi, mengungkapkan bahwa Kota Cimahi saat ini masih menghadapi persoalan kekurangan guru.
Kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya guru yang memasuki masa purna tugas serta guru yang mendapat promosi jabatan sebagai kepala sekolah.
