300 Lansia di Bogor Diwisuda, Pemkab Dorong Lansia SMART dan Tetap Produktif

emerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Wisuda Sekolah Lansia se-Kabupaten Bogor di Auditorium Sekretaria
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Wisuda Sekolah Lansia se-Kabupaten Bogor di Auditorium Sekretariat Daerah (Setda), Rabu (17/12). Foto Diskominfo Kabupaten Bogor
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Wisuda Sekolah Lansia se-Kabupaten Bogor di Auditorium Sekretariat Daerah (Setda), Rabu (17/12/2025). Sebanyak 300 lansia dari berbagai kecamatan resmi diwisuda sebagai bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar, aktif, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bogor, Zaenal Ashari, menegaskan bahwa Sekolah Lansia dirancang sebagai ruang belajar sekaligus wadah pemberdayaan bagi warga lanjut usia agar tetap memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial.

“Program Sekolah Lansia menjadi sarana bagi para lansia untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar,” ujar Zaenal, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga:Tingkatkan Keterampilan Warga Usia Produktif, Pelatihan Menjahit Garmen Digelar di PamulihanDorong Hilirisasi Gas Bumi, PGN Tingkatkan Pemanfaatan Jadi Produk Bernilai Tinggi

Ia menambahkan, lansia merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. Melalui program ini, Pemkab Bogor mendorong terwujudnya lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.

“Para wisudawan diharapkan dapat menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat dalam menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, dan sejahtera di usia lanjut,” katanya.

Kegiatan wisuda ini juga mendapat dukungan dari Indonesia Ramah Lansia Provinsi Jawa Barat, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, serta berbagai instansi terkait lainnya. Selain sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ini menjadi pengakuan atas semangat lansia yang tetap aktif menuntut ilmu dan berperan dalam pembangunan keluarga serta masyarakat.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi lansia ke depan semakin kompleks seiring meningkatnya angka harapan hidup.

“Data menunjukkan harapan hidup di Kabupaten Bogor mencapai 74,47 tahun untuk laki-laki dan 74,9 tahun untuk perempuan, dengan persentase lansia masih di bawah 20 persen,” jelasnya.

Menurut Sussy, kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai persoalan, mulai dari penurunan fisik, risiko penyakit degeneratif, hingga masalah psikologis seperti kesepian dan menurunnya rasa percaya diri.

“Sekolah Lansia hadir sebagai inovasi pemerintah daerah melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan keterampilan, agar lansia tetap sehat, produktif, dan memiliki interaksi sosial yang baik,” ujarnya.

0 Komentar