Sementara untuk aspek psikososial, program ini melibatkan PUSPAGA guna memberikan pendampingan psikologis. Lansia didorong untuk aktif berinteraksi dan memperpanjang silaturahmi.
“Dengan berkumpul, bertukar cerita, itu diyakini bisa memperlambat kepikunan. Dibandingkan lansia yang hanya diam di rumah, itu lebih cepat mengalami demensia,” katanya.
Fitriani menegaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh bukanlah panti jompo. Peserta tetap tinggal di rumah masing-masing dan mengikuti kegiatan secara berkala.
Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan
“Bukan, ini sekolah lansia. Mereka tetap pulang ke rumah. Kalau panti jompo itu ranah Dinas Sosial. Kalau kita betul-betul pemberdayaan masyarakat,” tegasnya menutup. (Mong)
