JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi terus mengintensifkan upaya pemetaan risiko serta mitigasi bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu berbagai kondisi darurat di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, menegaskan bahwa kesiapsiagaan warga menjadi faktor krusial dalam menekan dampak bencana, mengingat keterbatasan jumlah personel dan sumber daya yang dimiliki BPBD.
“Tidak mungkin seluruh penanganan hanya mengandalkan BPBD. Peran aktif masyarakat sangat menentukan keselamatan saat bencana terjadi,” ujar Andi saat dikonfirmasi via telepon, Senin (2/2/2026).
Baca Juga:Ancaman Bencana di Cimahi, BPBD Identifikasi 10 Wilayah RawanBantu Penanganan Longsor Cisarua, BPBD Cimahi Terjunkan 15 Personel dan Logistik ke Lokasi Bencana
Ia menjelaskan, BPBD Kota Cimahi secara konsisten berkolaborasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk DPKP, dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Edukasi ini difokuskan pada pemahaman langkah penyelamatan diri sesuai dengan jenis ancaman yang berpotensi terjadi.
Pada kondisi gempa bumi, masyarakat dibekali pemahaman mengenai titik kumpul dan jalur evakuasi yang aman. Sementara itu, pada situasi banjir, warga diarahkan untuk mengetahui lokasi aman serta tempat pengungsian yang telah disiapkan.
“Untuk angin kencang, masyarakat harus tahu tempat berlindung yang aman. Sedangkan saat kekeringan, kesiapan menghemat air menjadi hal utama,” katanya.
Lebih lanjut, Andi menekankan bahwa fokus utama BPBD tidak hanya tertuju pada faktor penyebab bencana, seperti penyempitan saluran atau sedimentasi, melainkan pada kesiapan dan respons cepat masyarakat sejak awal kejadian.
“Penyebab bencana bisa beragam, tapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mampu menyelamatkan diri dengan cepat dan tepat,” ucapnya.
Melalui penguatan pemetaan risiko serta peningkatan kapasitas warga, BPBD Kota Cimahi berharap dampak bencana dapat ditekan sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cimahi, Muhammad Thothoh Gozali Masduki, mengungkapkan bahwa karakteristik wilayah Cimahi Selatan masih menjadi tantangan utama dalam penanganan banjir.
Baca Juga:Status Siaga Bencana Berlaku di 27 Daerah, BPBD Cimahi Fokus Pada Risiko GeohidrometeorologiCimahi Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Terapkan Sistem Jaga 24 Jam Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor
Kawasan tersebut berada di wilayah cekungan dengan tingkat kepadatan permukiman yang tinggi, sementara kapasitas saluran air dan aliran sungai relatif terbatas.
“Penanganan banjir di Cimahi Selatan memang harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Setiap tahun kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan, termasuk pembersihan saluran air dan sungai yang mengalami sedimentasi,” ujar Thothoh.
