JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi memastikan siap menindaklanjuti penetapan status siaga darurat bencana yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Status siaga ini dikeluarkan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi membawa peningkatan risiko bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan keputusan provinsi.
“Kota Cimahi siap mengikuti status siaga bencana yang ditetapkan Pak Gubernur Jabar. Penetapan ini menjadi acuan dalam memperkuat langkah penanganan bencana di musim hujan,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat telepon, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga:Pasokan Pangan Jelang Nataru, Warga Cimahi Diminta Tak Panic BuyingCegah Stunting Sejak Pra-Nikah, Cimahi Perkuat Program One Stop Service untuk Calon Pengantin
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan status siaga darurat bencana untuk seluruh 27 kabupaten/kota melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025. Status siaga tersebut berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Kebijakan ini diambil setelah BMKG memproyeksikan meningkatnya potensi bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga abrasi di wilayah pesisir pada akhir 2025 hingga awal 2026.
Fithriandy menjelaskan bahwa Kota Cimahi sebenarnya sudah lebih dulu mengaktifkan status siaga bencana geohidrometeorologi sejak September 2025 hingga Februari 2026. Namun, melihat perubahan pola cuaca dan prediksi curah hujan dari BMKG, pihaknya tengah menyiapkan langkah untuk memperpanjang masa siaga tersebut.
“Melihat kondisi cuaca setelah Februari 2026, kami berkoordinasi intens dengan BMKG untuk mempertimbangkan perpanjangan status siaga. Semua keputusan akan menyesuaikan perkembangan curah hujan,” ungkapnya.
Di samping ancaman hidrometeorologi, potensi bencana geologi juga menjadi perhatian penting bagi Kota Cimahi. Fithriandy menyebut posisi Cimahi yang berada di kawasan Sesar Lembang membuat ancaman gempa bumi tidak bisa diabaikan, terlebih saat musim hujan kerap menyebabkan kondisi tanah menjadi lebih rentan.
“Untuk Cimahi, kami menambahkan potensi bencana geologi karena wilayah ini masuk area Sesar Lembang. Risiko gempa tetap harus diwaspadai,” jelasnya.
Dengan diberlakukannya status siaga bencana, BPBD Kota Cimahi meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personil serta memperkuat kesiapan peralatan dan logistik. Menurut Fithriandy, seluruh personil BPBD kini siaga penuh.
Baca Juga:Cegah Stunting Sejak Pra-Nikah, Cimahi Perkuat Program One Stop Service untuk Calon PengantinDugaan Potongan Dana PIP Mahasiswa, Kejari Cimahi Terus dalami Kasus di STIKES Budi Luhur
“Setiap shift terdiri dari 10 orang full team yang siap bergerak cepat ketika terjadi kejadian bencana. Armada dan peralatan juga kami pastikan selalu dalam kondisi siap pakai,” ujarnya.
