Akademisi Sebut Taman Corat-coret Belum Sentuh Masyarakat

Akademisi Sebut Taman Corat-coret Belum Sentuh Masyarakat
Vandalisme di Jalur Pedesterian di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor. Foto: Regi
0 Komentar

Ia menambahkan, masyarakat perlu mawas diri untuk menjaga keindahan serta kebersihan di wilayah Kota Bogor agar tidak terkesan kumuh.

“Jelas aja ga setuju, ga bagus juga merusak keindahan kan itu baru jadi baru selesai, masa baru selesai dicorat coret gitu. Harusnya sadar lah jaga keindahan jaga kebersihan, ini kan baru selesai malah dirusak ga bagus kan,” kata Diki saat ditemui di Jalan Ahmad Yani, pada Sabtu (31/1/2026).

Warga lainnya, Oktavian (24) mengatakan, aksi vandalisme itu dapat menghabiskan anggaran pemeliharaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Baca Juga:Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Transportasi Selama Lebaran 2026, Dinilai Ringankan Beban Pemudik dan DongkrakKopi Robusta Pagaralam Tembus Pasar Australia, Dorong Daya Saing Petani Sumsel

“Ngabisin anggaran buat pemeliharaan, harusnya bisa pemeliharaan sektor atau objek lain malah balik lagi ke tembok trotoar,” ujar Oktavian di Jalan Ahmad Yani.

Ia juga menambahkan, masyarakat tidak melakukan aksi vandalisme yang bukan pada tempatnya. Pasalnya, Pemkot Bogor memiliki Taman Corat-Coret untuk digunakan sebagai wadah seni lukis.

Untuk aksi vandalisme jangan dilakukan di tempat umum kan udah disediain di Taman Corat-Coret, jangan di Ahmad Yani, Jalan Baru (Sholeh Iskandar), kesannya kotanya tidak indah,” tambah dia.

Warga Minta Pemkot Bogor Ambil Tindakan

Diki menutur, Pemkot Bogor perlu mengambil tindakan sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk menjaga keindahan kota.

“Harus ngebersihin, udah kayak gini mah siapa lagi, dia kan yang punya anggaran punya dia kan yang punya tanggung jawab, kita kasih aja ke penanggung jawabnya,” tutur Diki.

Sementara itu, Oktavian mengatakan, Pemkot Bogor harus berupaya memberikan edukasi ke seluruh masyarakat agar tidak melakukan aksi vandalisme.

Ia memberikan contoh, Pemkot Bogor dapat memberikan sosialisasi tentang pengelolaan tata ruang di perkotaan untuk menjaga estetika kota.

Baca Juga:Tingkatkan Daya Saing Industri Perhotelan, Danantara Siap Cari Investor!Jaga Penerimaan Negara, Menkeu Perketat Pengawasan Bea Cukai 

“Adanya upaya atau sosialisasi tentang kelola tata ruang sama minimalisir maupun menghilangkan vandalisme, supaya mengedukasi masyarakat dengan pentingnya menjaga estetika kota,” pungkasnya.

0 Komentar