Tingkatkan Daya Saing Industri Perhotelan, Danantara Siap Cari Investor!

Tingkatkan Daya Saing Industri Perhotelan, Danantara Siap Cari Investor!
Ilustrasi Industri perhotelan. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria mengungkapkan siap mencari mitra investor strategis di sektor perhotelan setelah melakukan proses konsolidasi setidaknya 100 hotel badan usaha milik negara (BUMN).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan daya saing industri perhotelan sekaligus mendorong peran swasta dalam pertumbuhan ekonomi.

“Insya Allah, mudah-mudahan tahun ini di dalam RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) yang kami ajukan tahun ini selesai proses konsolidasi asset dari perhotelan kita,” kata Dony dikutip dari ANTARA, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:Jaga Penerimaan Negara, Menkeu Perketat Pengawasan Bea Cukai Ubah Strategi, DJP Tambah Ribuan Pemeriksa untuk Perluas Basis Pajak 

“Kemudian kita akan masuk ke tahap berikutnya yaitu mencari strategic partners (mitra strategis) supaya hotel-hotel ini juga memberikan nilai tambah yang baik untuk perekonomian kita,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, hampir semua BUMN mempunyai hotel dan kini berjumlah setidaknya 100 hotel yang berstatus BUMN.

“Tahun lalu kami sudah melakukan proses konsolidasi,” kata Dony.

Ia menambahkan, konsolidasi seluruh aset tersebut disatukan ke PT Hotel Indonesia Natour atau Injourney Hospitality.

“Tahun ini kita akan melakukan konsolidasi se-asset. Setelah konsolidasi dari aset, kita tentu masuk ke tahapan berikutnya, yaitu akan mencari strategic partners,” ujarnya.

Setelah konsolidasi tuntas, ia mengatakan Danantara siap untuk membuka kemitraan strategis bagi investor melalui sejumlah skema kerja sama.

“Apakah nanti melakukan (skema kerja sama) joint venture atau kita akan melakukan pelepasan,” kata Dony.

Baca Juga:Pilih Kebijakan Antisipatif, Menkeu Perlebar Defisit Jaga Pertumbuhan di Tengah Perlambatan Ekonomi Pemerintah Optimistis Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadhan 2026

“Intinya, Pak Presiden (Prabowo Subianto) menginginkan buat bisnis-bisnis yang seharusnya bisa dilakukan oleh swasta kita mungkin akan memberikan juga kesempatan kepada swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi, tidak semua harus dikuasai BUMN,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) tersebut mengatakan langkah ini sekaligus menjadi strategi Indonesia mentransformasi sektor perhotelan dalam negeri agar memiliki kualitas yang jauh lebih baik dan pada akhirnya mendorong kontribusi perekonomian bagi sektor pariwisata nasional.

0 Komentar