Kopi Robusta Pagaralam Tembus Pasar Australia, Dorong Daya Saing Petani Sumsel

Kopi Robusta Pagaralam Tembus Pasar Australia, Dorong Daya Saing Petani Sumsel
Ilustrasi kopi robusta Pagaralam yang diekspor ke Australia. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kopi robusta asal Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional.

Sebanyak 8,8 ton kopi robusta resmi menembus pasar Sydney, Australia, setelah mengantongi sertifikat Phytosanitary dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan.

Kepala BKHIT Sumatra Selatan Sri Endah Ekandari melansir dari ANTARA, Jumat (30/1) mengatakan, sebelum dikirim ke Australia, sesuai ketentuan kopi robusta Pagaralam harus disertifikasi atau melalui serangkaian tindakan karantina, di antaranya pemeriksaan fisik dan pengujian laboratorium untuk memastikan aman dari hama penyakit dan memenuhi persyaratan ekspor

Baca Juga:Tingkatkan Daya Saing Industri Perhotelan, Danantara Siap Cari Investor!Jaga Penerimaan Negara, Menkeu Perketat Pengawasan Bea Cukai 

Selain itu, ia juga menjelaskan salah satu persyaratan utama untuk komoditas perkebunan masuk Australia adalah jaminan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), khususnya Trogoderma spp.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian laboratorium oleh tim BKHT Sumsel, menunjukkan kopi robusta Pagaralam ini dinyatakan bebas dari Trogoderma spp.

“Kami memastikan setiap komoditas yang akan diekspor melalui proses karantina yang baik, guna memenuhi persyaratan teknis negara tujuan,” ujarnya.

Bahkan, jaminan kesehatan dan keamanan produk pangan itu penting untuk menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia.

Endah juga menjelaskan ekspor kopi tersebut mencerminkan potensi besar daerah Pagaralam sebagai sentra penghasil kopi berkualitas.

Dengan adanya dukungan pengawasan karantina yang ketat sebelum pengiriman menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan agar bisa di terima di pasar global.

“Melalui ekspor kopi robusta ke Australia ini, BKHIT Sumsel berkomitmen terus mendukung pelaku usaha dan petani dalam memperluas akses pasar internasional,” katanya. ‘

Baca Juga:Ubah Strategi, DJP Tambah Ribuan Pemeriksa untuk Perluas Basis Pajak Pilih Kebijakan Antisipatif, Menkeu Perlebar Defisit Jaga Pertumbuhan di Tengah Perlambatan Ekonomi 

Keberhasilan menembus pasar luar negeri tersebut, bisa mendorong peningkatan nilai tambah kesejahteraan petani kopi serta kontribus positif terhadap perekonomian daerah Sumatra Selatan.

0 Komentar