JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bakal merenovasi Pelabuhan Jayanti pada 2026. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkannya pun berkisar Rp35 miliar.
Berdasarkan pantauan Jabar Ekspres, Pemprov telah memulai persiapan perbaikan Pelabuhan Jayanti, salah satunya dengan lelang Manajemen Konstruksi (MK).
Data LPSE Jawa Bart mencatat, MK pembangunan fasilitas perairan dan darat Pelabuhan Jayanti itu dialokasikan anggaran yang tidak sedikit. Nilai pagunya Rp1 miliar.
Baca Juga:Anggaran Terbatas, PUPR Banjar Fokus Perbaikan Jalan Rusak di CipariukPrabowo Putuskan RI Gabung Board of Peace Meski Tuai Kontroversi, Anggaran Keanggotaan Dibiayai APBN?
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat Rinny Cempaka turut membenarkan rencana tersebut. “Tahun ini kami akan mulai pembangunan untuk salah satu pelabuhan di Jawa Barat, di Jayanti, di Cianjur,” katanya kepada Jabar Ekspres saat di DPRD Jabar, Kamis (29/1/2026).
Rinny melanjutkan, pembangunan itu menyasar beberapa fasilitas. “Kami akan memperbaiki sarana untuk pelabuhannya, termasuk juga ada beberapa sarana daratnya,” cetusnya.
Rinny menjelaskan, alokasi anggaran untuk proyek itu juga tidak sedikit, nilainya sekitar Rp35 miliar. “Harapan kami tuntas dalam satu tahun. Tidak multi years,” terangnya.
Pembangunan pelabuhan itu diharapkan bisa semakin mendongkrak layanan perikanan di wilayah tersebut. Dampaknya juga mendukung ekosistem perikanan di Jawa Barat.
Sementara itu berdasarkan data RPJMD Jawa Barat, tercatat produksi ikan di Jawa Barat juga cukup potensial. Pada 2024 tercatat produksi perikanan tangkap di Jabar tembus 291.284,15 ton, sedangkan perikanan budidaya tembus 1.298.112,23 ton.
Lalu terdapat beberapa jenis produk perikanan yang cukup menonjol, yakni Gurame, Lele, Nilai, Ikan Mas, dan Udang Vaname. Data tahun 2024 mencatat volume produksi kelima produk perikanan tersebut mencapai 960.108,73 ton dengan nilai produksi mencapai Rp28,16 triliun. (son)
