Kemenangan Alcaraz atas Alex de Minaur di perempat final memperlihatkan peningkatan signifikan dalam kontrol permainan. Setelah set pertama yang ketat, Alcaraz tampil lebih agresif dengan pukulan keras dan disiplin, sebuah “senjata” yang kemungkinan kembali digunakan untuk memaksa Zverev terlibat dalam reli-reli panjang dan menguras fisik.
Zverev sendiri mengandalkan servis sebagai kekuatan utama. Saat menghadapi Learner Tien di perempat final, ia mencatatkan 24 ace dan memaksimalkan pukulan pertama untuk mempercepat poin, strategi penting guna menghindari reli panjang.
Dengan catatan pertemuan yang seimbang 6–6, laga semifinal ini diperkirakan akan ditentukan oleh siapa yang mampu memaksakan gaya bermainnya.
Baca Juga:Harga Dollar AS ke Rupiah Hari Ini, 30 Januari 2026: Bergerak di Kisaran Rp16.600–Rp16.900PBB Dorong Dialog AS–Iran, Nilai Peluang Negosiasi Masih Terbuka
“Saya sebenarnya merasa bahwa pemain top merasakan tekanan paling besar di awal, karena tidak ingin tersingkir lebih awal,” ujar Zverev.
“Sekarang, siapa pun yang akan saya hadapi di semifinal, Carlos atau Alex, mereka pemain hebat. Anda hanya menantikan pertandingan yang fantastis. Itulah yang Anda nantikan.” sambungnya
Apakah Alcaraz sukses menekan lewat reli panjang, atau Zverev mampu mendominasi dengan servis dan pengalamannya di Melbourne, akan menjadi kunci penentu tiket ke final.
“Tentu saja, dalam kasus saya, saya masih mengejar gelar Grand Slam yang saya idamkan. Saya masih ingin meraihnya, tetapi saya juga ingin menikmati tenis saya. Saat ini saya sedang melakukannya, dan itu adalah hal terpenting bagi saya,” tutut Zverev.*
