Menanggapi temuan dan masukan dari DPRD, Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Banjar, Neneng Widya Hastuti, mengakui beberapa kendala yang dihadapi. Ia menjelaskan bahwa fungsi utama Galeri UMKM Sukma Kenanga memang sebagai sarana promosi produk-produk UMKM lokal, namun pemasarannya tidak terbatas hanya di galeri tersebut.
“Sebenarnya produk UMKM tidak hanya dipasarkan di sini saja (Galeri UMKM), tapi juga sudah ada beberapa produk yang dipasarkan di toko modern (minimarket),” jelas Neneng.
Namun, ia mengakui bahwa jumlah produk yang dipajang di galeri masih relatif sedikit. Salah satu penyebab utama adalah belum siapnya sebagian pelaku UMKM dengan sistem konsinyasi yang diterapkan. Banyak pelaku usaha yang lebih memilih menjual langsung tanpa melalui sistem titip barang, yang menjadi mekanisme standar di galeri semacam ini.
Baca Juga:Kota Banjar Raih UHC Award 2026, Wali Kota Sudarsono: Ini Hasil Kolaborasi Seluruh StakeholderUsai Temuan BPK, KNPI Banjar Kembalikan Dana Hibah Rp34 Juta ke Kas Daerah
Terkait kemasan, Neneng menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan pembinaan. “Kendalanya, karena pelaku UMKM belum mengikuti apa yang kita sampaikan, dalam hal memperhitungkan kemasan supaya bisa menarik perhatian. Memenuhi standar sudah, tapi ada kemasan yang harus mengikuti standar tapi tidak mengurangi menariknya kemasan produk,” ucapnya. (CEP)
