JABAR EKSPRES – Kota Banjar menjadi salah satu daerah yang turut meraih penghargaan Universal Health Coverage atau UHC Award 2026 Kategori Pertama untuk kedua kalinya.
Penghargaan UHC Award 2026 itu diterima langsung oleh Wali Kota Banjar Sudarsono di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).
Adapun penghargaan UHC Award itu diberikan sebagai bentuk apresiasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terhadap peran strategis pemerintah daerah dalam menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca Juga:1.488 Warga Banjar Kehilangan BPJS! Fraksi PKS Nilai Alasannya Prematur dan Berbahaya!Kelas BPJS Diganti dengan Sistem KRIS, RSUD Banjar Lakukan Berbagai Persiapan
Berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Banjar, cakupan UHC kota tersebut per Januari 2026 mencapai 98,43 persen dengan keaktifan peserta 82,44 persen.
“UHC bukan sekadar capaian administratif, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar kesehatan warga. Capaian ini adalah hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Penghargaan UHC Awards 2026 tersebut diberikan kepada 428 kepada daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia dalam tiga kategori, yaitu Utama, Madya, dan Pratama.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektoral yang solid untuk menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.
Ia menyatakan Program JKN telah menjadi instrumen negara yang vital dalam memastikan perlindungan kesehatan yang adil dan merata, di mana komitmen pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilannya.
“Per 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen,” papar Ghufron dalam rilis resmi yang diterima Jabar Ekspres, Rabu (28/1/2026).
“Angka ini bahkan telah melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029,” sambungnya.
Baca Juga:BPJS Kesehatan Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Banjar Sinergi dalam melayani ODHA di Era JKN Kota BanjarBPJS Kesehatan Banjar Ungkap ODHA Non-Penyakit Penyerta Tak Ditanggung JKN
Ghufron menjelaskan bahwa peran kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan tersebut. Dukungan dalam bentuk kebijakan dan penganggaran daerah sangat krusial untuk mendorong penduduk terdaftar serta menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif.
Ia menambahkan, pencapaian UHC tidak hanya sekadar meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap penguatan kesejahteraan sosial dan penurunan beban ekonomi rumah tangga akibat biaya kesehatan.
Lebih lanjut, Ghufron mengaitkan capaian ini dengan agenda global.
