JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pemberian santunan sebesar Rp25 juta kepada setiap ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Santunan tersebut diberikan tanpa membedakan status korban, baik warga sipil maupun aparat negara yang gugur saat menjalankan tugas, termasuk prajurit Marinir yang tertimbun longsor ketika mengikuti latihan.
“Bagi korban yang meninggal dunia akibat longsor ini, baik warga maupun aparat yang gugur saat bertugas, kami berkomitmen memberikan santunan Rp25 juta per ahli waris,” ujar Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi bencana, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
Dedi menegaskan, kebijakan tersebut juga berlaku bagi aparat kepolisian yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, dua anggota Bhabinkamtibmas turut masuk dalam daftar penerima santunan.
“Termasuk dua anggota Bhabinkamtibmas yang gugur saat menjalankan tugas. Mereka mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju lokasi penugasan,” katanya.
Selain santunan uang tunai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan relokasi bagi warga terdampak longsor. Rumah-rumah yang tertimbun material longsor tidak akan dibangun kembali di lokasi semula karena dinilai rawan bencana susulan.
“Seluruh rumah di sini akan direlokasi. Lokasi ini tidak boleh lagi dijadikan permukiman karena berisiko. Kawasan ini sebaiknya dikembalikan menjadi hutan,” ucap Dedi.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membenarkan adanya prajurit TNI AL yang tertimbun longsor di kawasan tersebut. Para prajurit merupakan personel Batalyon Infanteri 9 Marinir/Beruang Hitam yang tengah menjalani latihan.
“Mereka sedang melaksanakan latihan sebagai bagian dari persiapan penugasan pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini,” kata Muhammad Ali di Jakarta.
Ia menyebutkan, hingga kini tim gabungan baru menemukan empat prajurit dalam kondisi meninggal dunia, sementara personel lainnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
“Empat personel sudah ditemukan meninggal dunia. Sisanya masih terus dilakukan pencarian,” ujarnya. (Wit)
