Jabar Ekspres- Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya langkah cepat dan terukur dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Bandung, menyusul sejumlah kejadian alam yang terjadi di beberapa kecamatan, termasuk Arjasari, Ibun, dan dampak bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dadang menyebut, rangkaian kejadian tersebut menjadi gambaran nyata bahwa potensi bencana di wilayah Bandung Raya perlu diantisipasi secara serius. Bahkan, ia mengaku menerima laporan terbaru dari Camat Ibun terkait munculnya retakan tanah di kawasan Kamojang.
“Dengan kondisi dan kejadian baik di Arjasari maupun di KBB, dan tadi malam saya dapat kabar dari Camat Ibun bahwa di Kamojang sudah mulai ada retakan. Setelah dilakukan asesmen, kurang lebih sepanjang 30 meter ini harus segera ditangani dengan TPT, dan ada beberapa rumah serta warung yang harus segera dievakuasi. Ini langkah-langkah yang harus segera dilakukan,” ujar Dadang, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga:Awal 2026, BULOG Kancab Bandung Gencarkan Penyerapan GKP di Sentra Produksi Padi SumedangBrother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah Inspiratif
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah diinstruksikan untuk memperkuat mitigasi bencana secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek penanganan darurat, tetapi juga edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Menurut Dadang, terdapat sekitar 15 kecamatan di Kabupaten Bandung yang masuk kategori rawan bencana dan memerlukan perhatian khusus agar kejadian serupa tidak sampai terjadi dan menimbulkan korban jiwa.
“Melalui Kalak BPBD, saya instruksikan bahwa mitigasi bencana ini betul-betul harus dilakukan dan harus segera diedukasi serta disosialisasikan kepada masyarakat, terutama di daerah rawan bencana di kurang lebih 15 kecamatan,” katanya.
Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Bandung sejauh ini telah melakukan asesmen dan berbagai pelatihan kebencanaan kepada masyarakat di wilayah rawan.
Pelatihan tersebut mencakup pemahaman lokasi aman, prosedur evakuasi, serta langkah penyelamatan diri jika terjadi gempa atau bencana lainnya.
“Dalam rangka mitigasi bencana, Kalak BPBD sudah melakukan asesmen termasuk pelatihan-pelatihan kepada warga sekitar. Ini harus diketahui oleh seluruh masyarakat, terutama di wilayah rawan,” ungkapnya.
Kang DS sapaan akrabnya juga menyinggung kondisi retakan tanah di wilayah Kutawaringin yang mencapai hampir 50 sentimeter.
