“Sekarang masyarakat mau menyimpan atau meminjam uang tidak perlu lagi menempuh jarak jauh. Cukup di desa, semua lebih mudah dan efisien,” tambah Lili.
Kehadiran Gerbang Sakti juga secara perlahan membantu menekan praktik pinjaman tidak sehat seperti bank emok (rentenir), karena masyarakat memiliki akses yang lebih mudah kepada lembaga keuangan resmi yang berprinsip syariah.
Peran Baznas Ciamis tidak hanya terbatas pada pemberdayaan ekonomi. Lembaga ini juga hadir dalam situasi darurat kemanusiaan, seperti saat bencana yang menimpa 39 kepala keluarga di beberapa wilayah. Ketika anggaran pemerintah daerah belum tersedia, Baznas sigap memberikan bantuan tunai untuk kebutuhan tempat tinggal sementara.
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
Saat ini, program percontohan Gerbang Sakti telah diimplementasikan di 10 desa sejak Oktober 2025. Ke depan, Baznas Kabupaten Ciamis menargetkan pengembangan minimal satu Kampung Zakat di setiap kecamatan, atau sekitar 27 desa, agar manfaatnya semakin meluas. Terkait penghargaan IFA 2025, Lili Miftah menegaskan bahwa capaian tersebut adalah bonus.
“Penghargaan ini kami anggap bonus. Yang terpenting desa-desa sudah mendapat pembinaan langsung dari BSI Syariah, dan sistem keuangan syariah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya. (CEP)
