Hari Ketiga Pencarian, Keluarga Korban Longsor Cisarua Masih Bertahan di Pos DVI Pasirlangu

Hari Ketiga Pencarian, Keluarga Korban Longsor Cisarua Masih Bertahan di Pos DVI Pasirlangu
Tangis warga pecah saat menunggu kabar anggota keluarga yang menjadi korban longsor di Pos Disaster Victim Identification (DVI) Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Senin (26/1). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tangis keluarga korban pecah setiap kali ambulans membawa kantong jenazah tiba di Pos Disaster Victim Identification (DVI) Puskesmas Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (26/1/2026).

Keluarga korban longsor Pasir Kuning dan Pasir Kuda di lereng Gunung Burangrang masih menunggu kepastian nasib kerabat mereka yang hingga kini belum ditemukan.

Pantauan di lokasi, suasana duka menyelimuti area Pos DVI. Sejumlah keluarga tampak duduk lemas di pelataran musala, sebagian berusaha menenangkan anggota keluarga yang histeris, sementara lainnya hanya terdiam menatap ambulans yang datang silih berganti membawa jenazah hasil evakuasi.

Baca Juga:Badan Geologi: Curah Hujan hingga Tingginya Aktivitas Alih Fungsi Lahan Picu Longsor Susulan di Cisarua KBBTinjau Longsor Cisarua, Legislator Sorot Alih Fungsi Lahan

Berdasarkan data sementara, jumlah korban terdampak longsor di Desa Pasirlangu mencapai 105 orang, dengan 23 orang dinyatakan selamat.

Sebanyak 25 jenazah telah ditemukan pada Sabtu (24/1) dan Minggu (25/1). Hingga hari ketiga pencarian, sebanyak 80 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.

Salah satu keluarga korban, Adria (30), mengaku telah menunggu di Pos DVI sejak hari pertama kejadian. Ia tiba di lokasi pada Sabtu siang, tak lama setelah longsor terjadi.

“Dari hari Sabtu siang sampai sekarang masih di sini,” ujar Adria lirih.

Dari keluarga intinya, sebanyak 13 orang menjadi korban longsor. Hingga kini, baru tiga orang yang berhasil ditemukan dan teridentifikasi.

“Yang sudah ditemukan tiga orang, masih menunggu 10 orang lagi,” katanya.

Adria menyebut rumah keluarganya berada di ujung permukiman yang menjadi kawasan paling rentan terdampak longsor.

Baca Juga:Urbanisasi Dorong Alih Fungsi Lahan, Menteri LH Soroti Pemicu Longsor Cisarua Bandung BaratTim DVI Polda Jabar Ungkap Identitas 11 Korban Longsor Cisarua

“Rumah kami paling ujung. Kalau ada longsor, pasti kena duluan,” ujarnya.

Selama menunggu di Pos DVI, keluarga korban telah menjalani prosedur identifikasi, termasuk tes DNA, untuk mempermudah proses pencocokan data korban. Tiga jenazah anggota keluarganya yang telah teridentifikasi telah dimakamkan.

Keluarga korban lainnya, Cece, juga masih menunggu kabar di Pos DVI. Dari pihak keluarganya, hingga kini belum ada satu pun yang ditemukan.

“Keluarga saya tujuh orang, keluarga istri tiga orang. Belum ada yang ditemukan,” ujarnya singkat.

Duka mendalam juga dialami Asep Heri (45), yang kehilangan putrinya, Tasya (17), akibat longsor di Kampung Pasir Kuning. Asep memilih terjun langsung membantu pencarian bersama Tim SAR Gabungan sejak hari pertama.

0 Komentar