“Saya ikut langsung mencari anak saya,” kata Asep di sela istirahat pencarian.
Asep mengetahui kabar longsor pada Sabtu (24/1/2026) pagi dan langsung berangkat dari Ciwidey, Kabupaten Bandung, menuju lokasi kejadian. Saat itu, Tasya diketahui tengah menginap di rumah pamannya.
Setibanya di lokasi, Asep mendapati sekitar 30 rumah di Kampung Pasir Kuning telah rata dengan tanah, termasuk rumah tempat putrinya tinggal bersama pamannya.
Baca Juga:Badan Geologi: Curah Hujan hingga Tingginya Aktivitas Alih Fungsi Lahan Picu Longsor Susulan di Cisarua KBBTinjau Longsor Cisarua, Legislator Sorot Alih Fungsi Lahan
“Di rumah itu ada empat orang, anak saya, paman dan bibi, serta satu anak kecil,” ujarnya.
Asep menyaksikan langsung proses evakuasi kerabatnya, Deni dan Ani, beserta anak mereka. Ani ditemukan dalam kondisi memeluk anaknya.
“Posisinya seperti melindungi anaknya. Anak posisinya seperti sujud. Handphone juga ditemukan masih aktif,” pungkasnya. (Wit)
