Tim DVI Polda Jabar Ungkap Identitas 11 Korban Longsor Cisarua

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat berhasil mengungkap identitas 11 korban meninggal dunia akibat bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, korban yang telah teridentifikasi yakni Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30), Ai Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), serta Ayu Yuniarti (31).

“Sebanyak 11 jenazah berhasil kami identifikasi, terdiri dari 10 jenazah dalam kondisi utuh dan satu berupa potongan tubuh,” ujar Hendra, Senin (26/1).

Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara

Selain proses identifikasi, tim DVI bersama tim SAR gabungan juga telah mengevakuasi para korban dari lokasi bencana. Total sebanyak 25 kantung jenazah berhasil dievakuasi.

“Sisanya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem,” ungkapanya

Hendra menegaskan, proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan ketelitian dan standar ilmiah guna memastikan keakuratan data korban.

“Seluruh tahapan identifikasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian oleh tim DVI Polri bersama unsur terkait,” tambahnya.

Sebelumnya, bencana longsor dilaporkan menimbun sedikitnya 30 rumah warga di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu.

Longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut.

Material longsoran yang berasal dari perbukitan di kaki Gunung Burangrang menerjang permukiman warga dan menyebabkan kerusakan parah di jalur terdampak.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengungkapkan bahwa titik longsor berada di RT 05 RW 11. Ia menyebut curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama pemicu bencana.

“Longsor terjadi sekitar jam tiga pagi, pusatnya di RT 05 RW 11. Dua hari sebelumnya hujan turun terus menerus,” kata Nur Awaludin saat ditemui di lokasi kejadian.(San)

0 Komentar