Badan Geologi: Curah Hujan hingga Tingginya Aktivitas Alih Fungsi Lahan Picu Longsor Susulan di Cisarua KBB

Badan Geologi: Curah Hujan hingga Tingginya Aktivitas Alih Fungsi Lahan Picu Longsor Susulan di Cisarua KBB
Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyoroti maraknya alih fungsi lahan menjadi perumahan di Kabupaten Bandung Barat, menjadi salah satu pemicu longsor susulan di Cisarua, KBB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut bahwa pemotongan lereng untuk permukiman atau perumahan dan akses jalan di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memperbesar risiko terjadinya longsor.

Kemudian, sistem drainase permukaan yang belum optimal pun turut memperbesar risiko dan menurunkan kestabilan lereng di kawasan perbukitan tersebut.

Baca Juga:Gubernur Jabar Bakal Cabut Moratorium Perumahan Mulai Februari 2026, Benarkah?Soal Penertiban Kawasan Hutan, Begini Kata Pakar Hukum

Itu mengingat kondisi geologi setempat yang didominasi batuan gunung api tua yang telah lapuk, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan rekahan dan sesar geologi.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), wilayah terdampak termasuk Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah.

Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi terutama pada lereng yang telah mengalami gangguan, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia, khususnya saat hujan deras berlangsung lama.

“Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas,” ujarnya, dikutip Senin (26/1/2026).

Disamping kondisi morfologi di kawasan tersebut, kata dia, bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Cisarua pada Sabtu (24/1) lalu itu, juga dipicu curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat peristiwa berlangsung.

“Pemicu utamanya adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng,” jelasnya.

Untuk itu Lana memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman longsor susulan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terutama saat diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga:Tinjau Longsor Pasirlangu Cisarua, Dede Yusuf Soroti Alih Fungsi Hutan Jadi Pertanian Diduga Dikelola BUMNCegah Bencana Berkelanjutan di Tengah Evakuasi Longsor Pasirlangu Cisarua, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca

Adapun pascakejadian, Badan Geologi telah memberangkatkan tim tanggap darurat (TTD) ke lokasi bencana, di mana mereka melakukan pemeriksaan lapangan guna mengetahui penyebab gerakan tanah.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hadi Wijaya menyebut, itu juga dilakukan untuk menyiapkan rekomendasi teknis penanganan di area terdampak seluas 30 hektare.

0 Komentar