JABAR EKSPRES – Seorang lansia ibu rumah tangga di Kabupaten Ciamis menjadi korban kejahatan dengan modus diduga dihipnotis. Peristiwa yang mengakibatkan korban kehilangan uang tunai sebesar Rp2 juta serta perhiasan emas ini terjadi di kawasan ramai Pasar Manis, Ciamis, Jawa Barat.
Korban diketahui bernama Iis, warga Dusun Ragapulu, Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg. Ia mengaku mengalami peristiwa itu saat hendak berbelanja kebutuhan dagangannya Sabtu (24/1/2026), seperti yang rutin dilakukannya setiap pekan. Menurut penuturannya, awal mula kejadian bermula ketika seorang pria tak dikenal mendatanginya.
Pria yang memperkenalkan diri sebagai Agus itu mengaku berasal dari Pamalayan dan menyebut dirinya adalah sahabat dekat anak Iis. “Dia ngakunya sahabat anak saya, namanya Agus. Katanya orang Pamalayan, tapi saya tidak kenal orangnya,” ujar Iis yang saat itu mengenakan kerudung warna ungu muda.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
Pelaku dikatakan menggunakan helm sehingga wajahnya tidak terlihat jelas, dengan ciri fisik yang diingat korban hanyalah bertubuh agak besar.
Tanpa curiga, Iis lalu terlibat percakapan dengan pria tersebut. Dalam pembicaraan itu, pelaku mulai menunjukkan sikap seolah-olah ingin membantu.
Dengan dalih yang tampak masuk akal saat itu, Agus meminta Iis untuk menyimpan uang belanjanya terlebih dahulu. Ia kemudian mengajak korban untuk ikut naik sepeda motornya dengan alasan akan mengambil kunci dan akan segera kembali ke pasar. “Katanya uang belanja disimpan dulu, terus saya diajak naik motor. Saya ikut saja,” tutur Iis.
Dalam kondisi yang oleh korban digambarkan seperti tidak sepenuhnya sadar, ia pun mengikuti semua arahan pelaku. Iis diajak berkeliling di sekitar kawasan Pasar Manis hingga keluar dari area pasar.
Setelah cukup berkeliling, korban akhirnya diturunkan di pinggir jalan sekitar kawasan Stadion Galuh Ciamis. Pelaku berpesan agar Iis menunggu di tempat karena ia akan segera kembali. “Saya diturunkan di jalan dekat stadion, katanya disuruh nunggu. Tapi setelah itu orangnya tidak kembali,” katanya.
Barulah setelah beberapa waktu menunggu dan pria tersebut tak kunjung muncul, Iis mulai dilanda kebingungan dan rasa tidak beres. Ia mengaku saat itu belum langsung menyadari bahwa barang berharganya telah raib. “Saya enggak sadar kapan diambilnya. Baru sadar setelah ditunggu-tunggu orangnya enggak datang,” ungkapnya.
