Setelah memeriksa barang bawaannya, Iis mendapati uang tunai sebesar Rp2 juta yang merupakan modal belanja dagangannya telah lenyap. Tak hanya uang, perhiasan emas seberat seperempat gram yang disimpan di dalam dompetnya juga ikut raib.
“Itu uang buat belanja, buat modal jualan. Emas juga ikut hilang,” jelasnya pilu.
Peristiwa ini telah meninggalkan trauma mendalam bagi Iis. Meski ia rutin berbelanja ke Pasar Manis, kejadian tersebut membuatnya kini merasa was-was dan meningkatkan kewaspadaannya terhadap orang asing. “Saya jadi trauma karena belum pernah kejadian seperti ini,” katanya. (CEP)
