Hendri Purnomo Pertegas, Hanya Bantu Keluarganya yang Diduga Kena Tipu Oknum BGN

Hendri Purnomo Pertegas, Hanya Bantu Keluarganya yang Diduga Kena Tipu Oknum BGN
Anggota DPRD Banjar Hendri Purnomo. (istimewa/dok pribadi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota DPRD Banjar Hendrik Purnomo meluruskan kabar yang beredar mengenai dugaan penipuan MBG yang mengarah pada dirinya sebagai korban. Hendri mengklarifikasi bahwa bukan dirinya yang tertipu, melainkan keluarganya.

“Saya bukan korban, tapi saya hanya membantu saudara yang di Lakbok Kabupaten Ciamis. Saya mah membantu saudara karena saya ada teman yang bisa mempertemukan dengan pihak BGN,” kata Hendri kepada Kabar Ekspres, Sabtu (24/1/2026).

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 21 orang di wilayah Priangan Timur, meliputi Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis, menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:Tancap Gas! Indonesia Manfaatkan WEF Davos 2026 untuk Perkuat Posisi di Mata Investor Global Reformasi Tata Kelola, Dedi Mulyadi akan Pangkas Puluhan BUMD Jabar Jadi Satu Holding 

Modusnya, pelaku mengaku sebagai pegawai di BGN yang bisa mengurus penetapan titik lokasi pembangunan dapur mitra MBG. Total kerugian yang diderita korban diduga mencapai miliaran rupiah, dengan kisaran kerugian per individu antara Rp100 juta hingga Rp200 juta. Yang mengejutkan, di antara para korban ternyata terdapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kota Banjar.

Merasa ditipu, mereka telah melaporkan kejadian ini secara langsung ke Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol. Sony Sonjaya. Dalam responsnya yang diunggah di media sosial, Sony Sonjaya menegaskan bahwa pihaknya telah mengetahui identitas dan wajah terduga pelaku. Dia mendorong semua korban untuk segera melaporkan kasus ini kepada kepolisian agar pelaku dapat segera diproses secara hukum. “Nama terduga sudah diketahui, wajahnya juga sudah diketahui. Kami minta kepada para korban ini melapor ke pihak kepolisian agar pelaku diproses hukum,” kata Sony seperti dikutip dari tayang media sosialnya pada Jumat (23/1/2026).

Pelaku yang disebut-sebut berinisial I ini mengaku sebagai pegawai atau verifikator dari Badan Gizi Nasional.

Ia memanfaatkan animo masyarakat terhadap program bantuan pemerintah tersebut. Janjinya adalah bisa mempercepat dan memastikan suatu lokasi terpilih sebagai tempat pembangunan dapur MBG melalui ‘jalur cepat’, tentu saja dengan sejumlah biaya yang tidak sedikit. Korban kemudian mentransfer uang dalam jumlah besar dengan harapan bisa segera merealisasikan program tersebut di daerahnya.

Pj. Ketua Sementara DPRD Kota Banjar, Sutopo, membenarkan terjadinya kasus penipuan ini. Bahkan, ia mengaku pernah diajak bertemu dengan terduga pelaku berinisial I di sebuah kedai kopi di Kota Banjar menjelang akhir tahun 2025. Namun, naluri Sutopo merasa tidak yakin karena penjelasan yang diberikan pelaku kurang jelas dan tidak ada kepastian tertulis.

0 Komentar