Dongkrak Pendapatan Daerah, Pemprov Buka Peluang Sewakan Aset untuk Dapur MBG

Dongkrak Pendapatan Daerah, Pemprov Buka Peluang Sewakan Aset untuk Dapur MBG
Ilustrastri dapur MBG di Kota Bandung. (Foto: Dimas/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemprov Jabar buka peluang menyewakan aset untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Itu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mendongkrak pendapatan daerah.

Aset Pemprov Jabar memang tidak sedikit dan itu tersebar di kota/kabupaten di Jawa Barat. Berbagai upaya dilakukan untuk mengoptimalkan aset tersebut, misalnya dari evaluasi sejumlah aset yang kini dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Jabar Norman Nugraha mengungkapkan, seluruh aset Pemda Provinsi Jawa Barat, baik yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga maupun yang disewakan, akan dievaluasi.

Baca Juga:Siasat Pemprov Jabar Dongkrak Pendapatan Daerah 2026, Restrukturisasi Utang sampai Evaluasi Kerja Sama AsetPermudah Akses Investor, DPRD Jabar Dorong Digitalisasi Tata Kelola Aset

Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, termasuk nilai sewa dan peruntukan aset. “Akan dievaluasi. Untuk optimalkan pendapatan,” cetusnya dalam keterangan resmi Pemprov, Jumat (23/1/2026).

Menurut Norman, evaluasi pemanfaatan aset dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Jawa Barat, namun angka pastinya masih menunggu hasil evaluasi.

Sedikitnya ada empat aset milik Pemprov Jawa Barat dengan lahan tergolong luas yang saat ini disewakan. Seperti lahan di Jalan Diponegoro yang telah berdiri Hotel Pullman dan Ibis. Kemudian lapangan golf dan Hotel Bandung Giri Gahana di Sumedang, lapangan golf Arcamanik, serta Pondok Seni Pangandaran.

Ia juga menerangkan bahwa tidak menutup kemungkinan aset-aset lahan yang belum dimanfaatkan dapat disewakan untuk pembangunan dapur atau SPPG. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan Pemda Provinsi Jabar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, berdasarkan data LHP BPK 2024, Pemprov Jabar memang melakukan kerja sama pengelolaan sejumlah aset. Diantaranya kerja sama dengan PT Langen Kridah Pratyangga terkait Lapangan Golf Internasional di Desa Cibeusi, Desa Cileles dan Desa Sayang Kecamatan Jatinangor. Atau yang saat ini dikenal dengan Bandung Giri Gahana Golf.

Kerja sama diteken pada 2016 lalu. Besaran kontribusinya ditetapkan mulai dari Rp3 miliar pada tahun tersebut, lalu bertambah di tiap tahunya, misal pada 2025 ini nilainya Rp3,137 miliar.

Aset berikutnya juga dalam bentuk Lapangan Golf di Sukamiskin Kota Bandung. Pemprov bekerja sama dengan PT Pakar Indah yang diteken pada 2016 dan rencananya bakal sampai 2041, besaran kontribusi untuk 2025 ditetapkan Rp781 juta.

0 Komentar