Disdik Jabar Irit Bicara Soal SMAN 1 Kutawaringin Bandung Rusak Sebelum Dipakai

SMAN 1 Kutawaringin Bandung Rusak Sebelum Dipakai, Disdik Jabar Irit Bicara
Komisi V DPRD Jabar saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu. (Dok humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat irit bicara mengenai kondisi SMAN 1 Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Sekolah itu mengalami kerusakan padahal belum dipakai.

Kerusakan itu berdasarkan hasil sidak yang dilakukan Anggota Komisi V DPRD Jabar Humaira Zahrotun Noor beberapa hari lalu. Politikus PKB itu menemukan kerusakan struktur tanah dan terdapat kerusakan di sejumlah titik bangunan, karena tanahnya amblas.

Menurut Humaira, mestinya kerusakan itu masih jadi tanggung jawab vendor. Karena sekolah belum dipakai. Walaupun memang masa garansi vendor telah selesai.

Baca Juga:Komisi V Dorong Penyiapan Sarpras dan Tenaga Pendidik SMAN 1 Sidamulih PangandaranSMAN 3 Jonggol Resmi Beroperasi, Semua Anak Kini Bisa Sekolah Dekat Rumah

“Menurut kami, tanggung jawab tetap berada pada pihak vendor karena bangunan sekolah ini belum digunakan,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan tidak akan menyetujui pengajuan anggaran perbaikan menggunakan APBD, ia berharap masalah itu bisa segera dituntaskan.

Sementara itu pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat irit bicara saat dikonfirmasi perihal tersebut. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Disdik Jawa Barat Iis Rostiasih menerangkan, alokasi anggaran untuk tahun 2026 ada di masing-masing Kantor Cabang Dinas.

“Untuk tahun anggaran 2026, kegiatan di Cabang Dinas masing-masing,” begitu urainya saat ditanya mengenai tindak lanjut penanganan SMAN 1 Kutawaringin beserta penyiapan SDMnya, Selasa (20/1/2026).

Sementara Kadisdik Jabar Purwanto maupun Sekdisdik Deden Saepul Hidayat tidak merespons saat dikonfirmasi perihal kondisi SMAN 1 Kutawaringin itu.

Di sisi lain, Gedung sekolah di Desa Jatisari itu dibangun mulai Juli 2025 lalu. Hal itu berdasarkan plang informasi proyek tersebut. Nilai kontrak proyek itu sebesar Rp4,8 miliar dan dikerjakan oleh CV Sri Eliya dengan masa waktu 140 hari kerja. (Son)

0 Komentar