JABAR EKSPRES – Komisi V DPRD Jawa Barat mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera menuntaskan pemenuhan sarana prasarana serta tenaga pendidik di SMAN 1 Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Sekolah tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026.
SMAN 1 Sidamulih yang berlokasi di Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, merupakan salah satu Unit Sekolah Baru (USB) yang pembangunannya telah diselesaikan oleh Pemprov Jabar.
Meski bangunan fisik telah berdiri, sekolah ini masih belum dapat difungsikan secara optimal lantaran keterbatasan fasilitas pendukung dan sumber daya manusia.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Siti Muntamah, menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan layanan dasar yang harus segera dihadirkan secara utuh bagi masyarakat.
Keberadaan sekolah ini sangat dinantikan warga. SMAN 1 Sidamulih diharapkan mampu menampung lulusan dari sedikitnya 11 SMP penyangga di sekitarnya, “Ini memudahkan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar,” katanya, Kamis (15/1).
Kini sekolah itu telah berdiri. Tapi memang masih belum sempurna. Fasilitasnya belum lengkap, termasuk sumber daya manusia nya.
Menurut Politikus PKS itu, sekolah tersebut dibangun di atas lahan dengan luas 3 hektare. Kehadiran sekolah ini diproyeksikan menjadi solusi bagi lulusan SMP di wilayah tersebut yang selama ini terkendala jarak.
Tapi masih ada beberapa yang perlu disempurnakan. Di antaranya infrastruktur jalan menuju sekolah yang masih sempit. Lalu belum ada tenaga pengajar, kepala sekolah, serta ketiadaan tenaga penggerak sekolah maupun sarana prasarana pendukung lainnya.
Bahkan, anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pun belum tersedia karena ini sekolah baru. “Kami harap Disdik bisa segera mendukung anggaran. Termasuk tenaga pendidiknya,” cetusnya.
Politikus PKS itu menegaskan bahwa Komisi V akan mengawal keberlanjutan sekolah tersebut. Dengan harapan bisa operasional pada 2026 ini. Karena dalam beberapa bulan ke depan juga bakal mulai penerima siswa baru.
Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA
Di sisi lain, Pemprov Jabar juga bakal kembali membangun USB pada 2026. Ini menyasar titik atau kecamatan yang belum memiliki sekolah tingkat SMA atau SMK.
Dalam dokumen rancangan APBD 2026 beberapa waktu lalu, program pembangunan USB direncanakan 50 unit. Dengan alokasi anggaran Rp 234 miliar. (son)
