JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang Hungaria untuk bergabung sebagai anggota pendiri dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, yang menyatakan bahwa negaranya menerima undangan tersebut.
Melalui unggahan di platform media sosial X pada Minggu (18/1), Orban menilai langkah ini sebagai pengakuan terhadap peran Hungaria dalam mendorong perdamaian. Ia menyebut kehadiran Trump membawa harapan baru bagi terciptanya stabilitas.
“Bersama Presiden Trump datang perdamaian. Surat lainnya telah tiba. Upaya Hungaria untuk perdamaian diakui,” tulisnya.
Baca Juga:Nadal Meriahkan 'Night of Legends' Australian Open Bersama Barty dan AlcottHarga Emas Hari Ini Melejit! Tembus Rp 2,5 Juta per Gram di Awal 2026
Orban juga menyinggung adanya surat resmi yang menandai diakuinya upaya diplomatik Hungaria di tingkat internasional.
Dalam pernyataan lanjutan, Orban mengonfirmasi bahwa Budapest akan berpartisipasi aktif dalam inisiatif tersebut. Ia menyebut undangan dari Presiden Trump sebagai kehormatan dan menegaskan komitmen Hungaria untuk terlibat dalam kerja Dewan Perdamaian Gaza sejak tahap awal pembentukannya.
Sebelumnya, Gedung Putih pada Jumat (16/1) mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sebagai bagian dari upaya strategis Amerika Serikat. Dewan ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan 20 poin rencana yang diusung Trump dengan tujuan mengakhiri konflik Israel di Gaza secara permanen sekaligus mendorong rekonstruksi wilayah tersebut.
Dewan Perdamaian Gaza akan berfungsi memberikan pengawasan strategis terhadap proses transisi, mengoordinasikan dukungan dan sumber daya internasional, serta memastikan adanya akuntabilitas dalam tahapan peralihan Gaza dari kondisi konflik menuju perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, Amerika Serikat juga membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang bertugas menjalankan fase kedua dari Rencana Komprehensif Trump untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut. Struktur ini dilengkapi dengan pembentukan Dewan Eksekutif pendiri dan Dewan Eksekutif Gaza guna mendukung kerangka transisi pemerintahan dan pembangunan pascakonflik.
Trump juga dilaporkan mengundang sejumlah pemimpin dunia lainnya untuk terlibat dalam dewan tersebut. Salah satu tokoh yang disebut menerima undangan adalah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bersama kepala negara dan pemerintahan lain yang diharapkan berkontribusi dalam upaya perdamaian Gaza.*
SUMBER: ANTARA
