“Ada beberapa rumah juga yang terdampak banjir. Saya pengennya sih pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi setiap tanggul yang ada di Cimahi, jangan nunggu kejadian dulu baru bergerak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Windy menyebut tanggul tersebut sudah berkali-kali diperbaiki oleh Pemerintah Kota Cimahi. Namun, perbaikan yang dilakukan dinilai belum memberikan hasil maksimal.
“Waktu itu pernah tanggul jebol sampai 20 meter. Tolong perhatikan saja, kami berharap sekali agar tanggul-tanggul sungai itu segera dibenahi, diperkuat, dicek rutin. Karena yang kena imbas itu kami warga biasa, bukan pemerintah,” katanya dengan nada kecewa.
Baca Juga:Pemuda Cimahi Kritik Banjir Berulang, Penyempitan Sungai Dinilai Ancaman SeriusNormalisasi Sungai hingga Bangunan Liar, Pemkot Cimahi Buka Opsi Atasi Banjir
Persoalan tanggul sungai sendiri bukan hal baru di Kota Cimahi. Sejumlah titik tanggul penahan aliran sungai disebut kerap luput dari perhatian, meskipun wilayah ini dikenal rawan banjir saat musim hujan.
Selain itu, aliran sungai yang melintasi Kota Cimahi juga merupakan limpahan dari daerah hulu seperti Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Kondisi tersebut membuat tekanan debit air semakin besar saat curah hujan tinggi.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh warga pemukiman, tetapi juga lahan pertanian di sekitar tanggul. Surya (54), salah seorang penggarap sawah, mengaku bersyukur banjir tidak terjadi saat masa tanam padi.
“Untungnya ini saya belum melakukan tanam padi, jadi kerugiannya tidak terlalu besar. Tapi kami khawatir kalau hujan besar lagi, air dan lumpur bisa masuk lagi ke sawah dan rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi telah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak akibat kejadian tersebut. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul secara permanen guna mencegah terulangnya banjir serupa.
“Kami berharap ada perbaikan yang lebih kuat dan permanen. Kalau hujan deras lagi, kami takut wilayah ini kembali terendam air dan lumpur,” tambah Surya menutup. (Mong)
