JABAR EKSPRES – Penyebaran Super Flu atau Virus Influenza A Subclade K mulai menjadi perhatian serius di sejumlah daerah di Indonesia. Di Jawa Barat, hingga kini tercatat sudah ada 10 kasus Super Flu.
Super Flu merupakan varian baru virus influenza yang belakangan dilaporkan telah masuk ke Indonesia. Virus ini dikenal memiliki tingkat penularan yang sangat agresif dan berpotensi menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.
Kecepatan penyebarannya pun memicu perhatian dari otoritas kesehatan, baik nasional maupun global. Kondisi ini membuat pemerintah daerah di wilayah Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi untuk meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga:"Super Flu" Memakan Korban di Bandung, 1 Pasien RSHS MeninggalKasus Superflu di Jawa Barat Dipastikan Reda, Warga Tak Perlu Khawatir
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng kemunculan varian baru ini. Menurutnya, meski disebut flu, karakteristik Super Flu berbeda dari influenza pada umumnya.
“Varian ini bukan sekadar flu biasa, karakteristik utama dari super flu adalah kemampuannya menyebar dengan sangat cepat di tengah populasi. Kita perlu waspada dan tidak boleh menyepelekan virus ini,” kata Mulyati saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Meski demikian, hingga saat ini Dinas Kesehatan Kota Cimahi belum menerima laporan adanya warga yang terpapar Super Flu. Namun, langkah antisipasi sudah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
“Kita sudah menyiagakan rumah sakit dan puskesmas, untuk layanan di Puskesmas dan RS itu sudah di triase,” ujar Mulyati.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan.
“Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan Superflu, juga dapat menerapkan PHBS untuk pencegahannya,” ucap Dwihadi.
Dwihadi menjelaskan, Superflu merupakan penyakit ISPA yang disebabkan oleh virus influenza tipe A H3N2 subclade K. Virus ini diketahui memiliki pola penularan yang lebih cepat dibandingkan influenza musiman pada umumnya.
Baca Juga:Ancaman Superflu Mengintai, Dinkes Cimahi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan PHBSSuper Flu Subclade K Menyebar, Bandung Tingkatkan Kewaspadaan
“Penularannya melalui droplet, aerosol dan kontak langsung dengan cairan saluran napas orang yang terinfeksi,” katanya.
Ia memaparkan, gejala yang ditimbulkan oleh Superflu umumnya meliputi demam, batuk, sakit kepala, nyeri dan pegal pada tubuh, rasa lemah, hingga pilek.
