Ancaman Superflu Mengintai, Dinkes Cimahi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan PHBS

Ancaman Superflu Mengintai, Dinkes Cimahi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan PHBS
Ilustrasi virus Superflu. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya penyakit varian influenza tipe A H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai Superflu di Indonesia.

Pemerintah daerah menilai langkah pencegahan berbasis perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci utama untuk menekan potensi penularan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tersebut di tengah masyarakat.

Peringatan ini disampaikan Dinkes Cimahi sebagai bentuk antisipasi dini terhadap risiko penyebaran penyakit menular yang memiliki karakter penularan relatif cepat.

Baca Juga:Kebal Virus, Ini 7 Makanan Peningkat Imun Agar Gak gampang sakitWabah Hantavirus Mengintai, Dinkes Ciamis Tingkatkan Kewaspadaan

Meski hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah Cimahi, kesiapsiagaan dinilai penting mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi serta kerentanan kelompok tertentu terhadap dampak penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan.

“Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan Superflu, diharapkan dapat menerapkan PHBS untuk pencegahannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/26).

Dwi menjelaskan, Superflu merupakan penyakit ISPA yang disebabkan oleh virus influenza tipe A H3N2 subclade K. Virus ini diketahui memiliki pola penularan yang lebih cepat dibandingkan influenza musiman pada umumnya.

“Merupakan penyakit ISPA yang disebabkan oleh virus influenza A (H3N2). Penularannya melalui droplet, aerosol dan kontak langsung dengan cairan saluran napas orang yang terinfeksi,” katanya.

Ia memaparkan, gejala yang ditimbulkan oleh Superflu umumnya meliputi demam, batuk, sakit kepala, nyeri dan pegal pada tubuh, rasa lemah, hingga pilek.

Meski tidak terbukti memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi secara umum, kelompok rentan tetap perlu mendapat perhatian khusus.

Baca Juga:Warga Bandung Barat Kena Virus Mematikan Setelah Digigit Tikus, Ini GejalanyaBelum Ada Kasus di Cimahi, Virus Hanta Tetap Jadi Perhatian Serius Dinas Kesehatan

“Dari resiko fatal tidak terbukti keparahan lebih tinggi, namun bagi orang-orang yang memiliki penyakit komorbid atau penyerta termasuk kepada balita, lansia dan ibu hamil bisa saja terjadi hal yang berat,” sebutnya.

Dinkes Kota Cimahi kembali menekankan bahwa penerapan PHBS secara konsisten menjadi benteng utama dalam pencegahan penularan Superflu. Upaya tersebut tidak hanya melindungi individu, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat secara luas.

0 Komentar