JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat memastikan kasus yang kerap disebut sebagai superflu, yakni virus influenza tipe A H3N2, sudah tidak ditemukan lagi di wilayah Jawa Barat.
Kepala Dinkes Jabar, Vini Andiani Dewi, mengungkapkan bahwa kasus tersebut memang sempat terdeteksi, namun kini telah sepenuhnya mereda. Artinya masyarakat tidak perlu khawatir.
Berdasarkan pemantauan Dinkes Jabar, tercatat terdapat 10 kasus influenza A H3N2 di Jawa Barat. Kasus-kasus tersebut muncul dalam rentang waktu Agustus hingga Oktober 2025.
Baca Juga:Tiket Persib vs Persija Ludes Dalam Hitungan Jam, The Jakmania Dilarang Datang!Julio Cesar Bicara Ambisi Besar Persib, Juara Lagi dan Melangkah Jauh di ACL 2
Vini menjelaskan, seluruh pasien yang sempat terpapar telah mendapatkan penanganan medis dan kini dinyatakan sembuh. Meski demikian, ia tidak merinci identitas maupun sebaran wilayah dari 10 kasus tersebut.
“Sudah sehat semua, jadi sudah reda,” katanya.
Menurut Vini, Superflu ini bukan penamaan secara medis maupun kedokteran, melainkan berkembang di masyarakat. Lalu tingkat fatalitasnya juga tidak segawat Covid-19.
Penamaan asli dari Superflu adalah virus influenza tipe A H3N2. Memang orang yang terpapar virus itu gejala dan penyembuhan relatif lebih lama dari flu pada umumnya.
Biasanya pasien yang terserang flu biasa itu 3 sampai 4 minggu sembuh. Sementara superflu lebih lama, bisa sampai 1 bulan apalagi kalau kelompok rentan yang terpapar.
Dari gejala memang cukup mirip, hanya saja ada tambahan sesak nafas. Menurutnya Superflu ini tidak berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa layaknya Covid-19. Vaksin juga sudah tersedia hanya memang perlu diakses mandiri.
Dalam kesempatan itu Vini juga tetap mengingatkan masyarakat agar menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Itu tetap menjadi budaya yang baik dan mencegah penularan dari berbagai penyakit. (son)
