JABAR EKSPRES – Gelombang solidaritas terus mengalir deras menyusul musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjar, Jawa Barat, menjadi salah satu lembaga yang turut mengulurkan tangan, dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp222 juta untuk meringankan beban saudara-saudara sebangsa yang terdampak.
Penyaluran dana sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata dari para muzaki (pembayar zakat) dan dermawan di Kota Banjar yang peduli terhadap penderitaan sesama.
Bencana banjir yang dipicu oleh intensitas curah hujan ekstrem beberapa waktu lalu telah menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit serta mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
Baca Juga:Kajari Banjar: Saya Tidak Akan Dzolim, Tapi Kalau Pejabat Berkhianat ke Rakyat Saya Sikat!Antisipasi Kecelakaan Akibat Kondisi Infrastruktur, Jembatan Gantung Binangun Kota Banjar Ditutup Sementara
Ribuan rumah terendam, fasilitas publik rusak, dan puluhan ribu jiwa terpaksa mengungsi meninggalkan tempat tinggal mereka. Kondisi ini mendorong BAZNAS Kota Banjar untuk segera bergerak, mengumpulkan dan mendistribusikan bantuan sebagai respon cepat terhadap bencana.
Ketua BAZNAS Kota Banjar, Drs H Undang Munawar MPd, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa penyaluran dana sebesar Rp222 juta ini adalah wujud dari fungsi zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pengurangan kesenjangan.
“Ini adalah amanah dari masyarakat Kota Banjar yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya. Kami percaya, di saat saudara-saudara kita di Sumatera sedang menghadapi ujian berat, bantuan ini tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga penguat semangat bahwa mereka tidak sendirian,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Dana sebesar Rp222 juta tersebut, jelas dia, telah disalurkan melalui jaringan BAZNAS pusat dan BAZNAS provinsi di wilayah terdampak untuk memastikan akurasi dan ketepatan sasaran.
Bantuan akan dimanifestasikan dalam bentuk kebutuhan pokok yang paling mendesak, seperti paket sembako, air bersih, perlengkapan sanitasi, obat-obatan, serta kebutuhan spesifik lainnya untuk anak-anak dan kelompok rentan. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan terkoordinir untuk memastikan bantuan sampai kepada yang paling membutuhkan.
“Kami memiliki mekanisme verifikasi dan distribusi yang ketat bekerja sama dengan BAZNAS di daerah bencana. Prioritas kami adalah lokasi yang paling parah terdampak dan kelompok masyarakat yang paling rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, serta anak-anak,” ujarnya.
