JABAR EKSPRES – Keselamatan warga menjadi prioritas utama bagi aparat keamanan di Desa Binangun. Menyikapi kekhawatiran akan kerawanan struktur, Bhabinkamtibmas Desa Binangun, Polsek Pataruman, Polres Banjar bersama Babinsa setempat mengambil langkah tegas dengan menutup sementara akses jembatan gantung di wilayah tersebut.
Operasi pemasangan papan imbauan dan penutupan fisik dilakukan di Dusun Girimulya, RT 02 RW 13, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, pada Selasa (6/1/2026) lalu.
Jembatan gantung tersebut dinilai telah mencapai titik yang mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna. Jembatan yang menjadi salah satu urat nadi penghubung bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari ini memerlukan perhatian serius.
Baca Juga:Jalan Alternatif Puncak Bogor Terputus, Warga Bangun Jembatan BambuKolaborasi dengan KemenPU, Pemprov Jabar Siap Bangun Dua Jembatan Baru di Karawang
Langkah penutupan sementara dipandang sebagai bentuk pencegahan dini yang paling rasional untuk menghindari terjadinya insiden kecelakaan yang tidak diinginkan, mengingat intensitas lalu lintas pejalan kaki yang cukup tinggi.
Aipda Dani Hari, Bhabinkamtibmas Desa Binangun, yang memimpin kegiatan tersebut, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah memperhatikan berbagai masukan dan pengamatan visual terhadap kondisi kayu, tali, serta pondasi penyangga jembatan.
“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kami tidak bisa menunggu hingga terjadi musibah terlebih dahulu. Keselamatan warga adalah yang utama. Penutupan ini sifatnya sementara, menunggu adanya langkah perbaikan atau pembangunan ulang dari pihak yang berwenang,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan infrastruktur yang rusak, momen ini juga dimanfaatkan oleh Aipda Dani Hari dan rekan dari Babinsa untuk mempererat silaturahmi dan berdialog langsung dengan masyarakat setempat.
“Kami tidak hanya menyampaikan alasan teknis di balik penutupan jembatan, tetapi juga mendengarkan keluhan serta aspirasi warga terkait kondisi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di lingkungan mereka,” katanya.
Dalam dialog, masyarakat diajak untuk senantiasa mengedepankan nilai-nilai musyawarah dan penyelesaian secara kekeluargaan apabila muncul persoalan di tingkat lingkungan.
“Kami juga mengingatkan warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk potensi kriminalitas, seperti pencurian dan penipuan, terlebih di tengah dinamika sosial saat ini. Imbauan untuk lebih teliti dalam menjaga kendaraan serta barang-barang berharga juga disampaikan,” katanya.
Baca Juga:Jembatan Cikaleho Ambruk Diterjang Longsor, Jalur Nasional Ciamis-Cirebon Lumpuh TotalTelan Anggaran Rp600 Juta, Bupati Bandung Resmikan Jembatan Lamajang untuk Tekan Banjir Dayeuhkolot
Memasuki puncak musim penghujan, aparat juga tidak lupa memberikan peringatan dini kepada warga Desa Binangun. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang kerap menyertai, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah perbukitan dan tepian sungai.
