JABAR EKSPRES – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, Pemkot Cimahi dan jajaran Forkopimda menanam 50 pohon di halaman Pondok Pesantren Misbahunnur, Jalan Kolonel Masturi, Cimahi Utara, Sabtu (3/1/26).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menanamkan nilai kerukunan dan moderasi beragama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi, Hj. Baiq Raehanun Ratnasari, menegaskan bahwa tema HAB tahun ini, ‘Umat Rukun, Indonesia Damai dan Maju’, membawa pesan penting tentang hubungan antara kerukunan umat beragama, kedamaian, dan pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga:Julio Cesar Bicara Ambisi Besar Persib, Juara Lagi dan Melangkah Jauh di ACL 2Tutupi 2025 dengan Syukur dan Kemanusiaan, Dirut BSI Pimpin Doa Akhir Tahun dari Aceh
“Kerukunan adalah pondasi persatuan bangsa. Tanpa kerukunan tidak akan lahir kedamaian, dan tanpa kedamaian mustahil pembangunan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Penanaman pohon dilakukan oleh Wali Kota Cimahi bersama Forkopimda, meliputi pohon nangka, jambu, dan matoa.
Menurut Hj. Baiq pemilihan lokasi di pondok pesantren dipilih karena area yang lebih luas dan nyaman, sehingga kegiatan bisa berjalan dengan lancar.
Pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekaligus menjadi simbol keberlanjutan dan kesadaran ekologis masyarakat.
Selain penanaman pohon, rangkaian HAB ke-80 Kemenag Kota Cimahi juga diisi dengan apel bersama, pengibaran bendera oleh siswa MTSN, drumband, dan Tabligh Akbar.
Semua kegiatan ini, kata Hj. Baiq, dirancang untuk menegaskan peran Kemenag sebagai penjaga harmoni kehidupan beragama sekaligus penggerak moderasi beragama.
“Ini juga menjadi momen bagi seluruh ASN Kemenag untuk menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, dan menjadi duta moderasi beragama,” kata Hj. Baiq.
Baca Juga:Persib Perkuat Skuad, 1 Asing 2 Lokal Bakal Datang!Mental Juara Grup, Persib Siap Tantang Ratchaburi di 16 Besar ACL Two
Ia menambahkan, penanaman pohon sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga alam dan lingkungan.
“Kalau alam sudah marah, bencana bisa datang. Maka cintai alam dengan menjaga kebersihan, menanam pohon, dan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.
HAB ke-80 Kemenag yang jatuh setiap 3 Januari ini menjadi momentum bagi instansi tersebut untuk terus bersinergi, mengabdi, dan menjadi cahaya pencerah bagi bangsa melalui aksi nyata, termasuk menanam pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Ya untuk Kemenag sendiri teruslah bersinergi, teruslah mengabdi, teruslah menjadi cahaya pencerah bagi bangsa,” tandas Hj Baiq. (Mong)
