Sepanjang 2025, Kejahatan Siber di Jawa Barat Meningkat hingga 80 Persen

Sepanjang 2025, Kejahatan Siber di Jawa Barat Meningkat hingga 80 Persen
Ist. Polda Jabar saat berhasil ungkap kasus kejahatan Siber pada beberapa waktu lalu. Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kejahatan siber di wilayah Jawa Barat (Jabar) di tahun 2025, dilaporkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dilihat, kejahatan yang kerap menggunakan sistem teknologi informasi digital tersebut, mengalami kenaikan hingga 80,7 persen dibandingkan tahun 2024.

“Masalah siber ini cukup meningkat untuk kejahatan-kejahatan yang menggunakan teknologi atau berada di dunia siber,” ucap Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, Rabu (3/12).

Baca Juga:Dinilai Beri Tuntutan Ringan pada Pelaku Kejahatan Seksual, LBH: Kinerja Kajari Bale Bandung Perlu DievaluasiLBH PUI Minta Pelaku Kejahatan Seksual Terhadap 6 Santriwati di Soreang Dijatuhi Hukuman Seperti Herry Wirawan

Menurut Rudi, meningkatnya kejahatan siber disepanjang tahun 2025 ini, tidak menutup kemungkinan dari semakin masifnya kecanggihan teknologi khususnya pada dunia digital.

Ia melanjutkan, total kejahatan siber di 2025 ini mencapai 156 perkara, lebih besar dibandingkan tahun 2024 yang hanya 70 perkara.

“Yang paling heboh yaitu peristiwa terhasut dan penghasutan pada akhir Agustus kemarin (saat aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jabar),” ungkapnya.

“Ini sangat berbahaya sekali, dimana seseorang menghasut dan beberapa orang itu yang terhasut,” sambungnya.

Sehingga dengan adanya hal ini, Rudi menuturkan, bahwa Polda Jabar akan terus menekankan pentingnya literasi digital masyarakat sebagai bentuk pencegahan dari terjadinya kejahatan siber.

“Pencegahan harus berjalan seiring dengan penindakan,” pungkasnya.(San).

0 Komentar