Lembang Jadi Magnet Wisata Nataru, Polisi Terapkan One Way Hingga 13 Kali

Kawasan Wisata Lembang Diserbu Kendaraan Saat Libur Nataru
Petugas kepolisian tengah mengatur arus lalu lintas di Jalan Raya Grand Hotel Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Arus kendaraan menuju kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), melonjak signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Kepolisian mencatat peningkatan volume lalu lintas mencapai 60 persen dibanding hari normal, yang berdampak pada kepadatan serta penerapan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalur utama.

Kasatlantas Polres Cimahi AKP Yudha Satyo Rahardjo mengatakan, kepadatan mulai terjadi sejak Sabtu (27/12) pagi. Di pertigaan Beatrix Lembang, antrean kendaraan bus pariwisata, mobil pribadi, hingga sepeda motor terus mengalir memasuki kawasan wisata sejak pukul 09.00 WIB.

Baca Juga:Tujuh Jabatan Camat di Bogor Masih Kosong, BKPSDM Petakan Lulusan IPDNRidwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 Tahun

“Arus kendaraan datang dari berbagai arah, seperti Jalan Raya Setiabudi, Jalan Kolonel Masturi, hingga jalur alternatif dari arah Subang,” ujar Yudha saat dikonfirmasi, Minggu (28/12/2025).

Menurut Yudha, lonjakan kendaraan pada momen libur panjang ini didominasi wisatawan dari luar daerah. Berdasarkan pemantauan di lapangan, sebagian besar kendaraan berasal dari wilayah Jakarta, Jawa Tengah, Solo, dan Yogyakarta.

“Untuk situasi arus lalu lintas saat ini terjadi peningkatan sekitar 60 persen dibanding hari biasa. Kendaraan yang masuk ke Lembang didominasi wisatawan dari luar daerah,” katanya.

Peningkatan volume kendaraan tersebut menyebabkan kemacetan di sejumlah titik. Kepadatan terjadi di pintu-pintu masuk destinasi wisata serta di Simpang Beatrix Lembang. Antrean kendaraan dari arah Bandung mengular sejak RSUD Lembang, sementara dari arah sebaliknya kepadatan terpantau mulai dari kawasan Pasar Panorama Lembang.

Untuk mengurai kemacetan, kepolisian menerapkan sejumlah langkah pengaturan lalu lintas. Selain pemberlakuan sistem one way, petugas juga melakukan pengendalian arus dengan menutup sementara akses menuju destinasi wisata yang dinilai telah mencapai kapasitas maksimal.

Yudha menjelaskan, rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Sejak pagi hingga siang hari, penerapan one way telah dilakukan berkali-kali.

“Rekayasa arus lalu lintas sudah kami lakukan kurang lebih 13 kali. Rinciannya, enam kali dari arah utara ke selatan, yakni dari Jalan Raya Tangkuban Parahu menuju Kota Bandung, dan tujuh kali dari arah sebaliknya,” jelasnya.

Baca Juga:Tersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'

Polisi memprediksi puncak pergerakan kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru terjadi pada hari ini. Meski demikian, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lonjakan kedua yang diperkirakan terjadi menjelang malam pergantian tahun.

0 Komentar