“Pengalaman tahun lalu menjadi dasar kami menyusun skema pengaturan tahun ini, termasuk opsi one way, contra flow, dan pemanfaatan jalur alternatif seperti Punclut dan Dago Giri,” katanya.
Data terkini menunjukkan lonjakan kendaraan terjadi sejak Kamis (25/12/2025) dini hari. Berdasarkan hasil traffic counting pada pukul 00.00 hingga 15.00 WIB, arus lalu lintas di Padalarang dan Lembang terpantau padat dengan dominasi kendaraan pribadi.
Di kawasan Padalarang, total kendaraan yang melintas dari dua arah mencapai 44.437 unit. Arus dari Timur ke Barat (Padalarang-Cianjur) tercatat sebanyak 20.170 kendaraan, sementara dari Barat ke Timur (Cianjur-Padalarang) mencapai 24.267 kendaraan.
Baca Juga:Pemkab Bandung Barat Larang Pesta Kembang Api Jelang Natal dan Tahun BaruPerketat Kawasan Wisata, Bupati Bandung Barat akan Tindak Tegas Oknum Getok Harga Parkir di Lembang
“Komposisi kendaraan didominasi sepeda motor sebesar 60,23 persen dan mobil pribadi 29,76 persen,” katanya.
Sementara itu, kepadatan lebih tinggi terjadi di kawasan wisata Lembang dengan total 45.094 kendaraan. Dari arah Bandung menuju Lembang tercatat 20.258 kendaraan, sedangkan arus sebaliknya mencapai 24.836 kendaraan. Sepeda motor mendominasi pergerakan dengan persentase 62,31 persen, disusul mobil pribadi sebesar 31,9 persen.
Dishub KBB juga mengingatkan adanya pembatasan operasional angkutan barang bersumbu tiga atau lebih yang berlaku mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di sejumlah ruas strategis, baik tol maupun non-tol.
“Dengan dukungan teknologi, kehadiran petugas di lapangan, serta partisipasi masyarakat, kamu berharap arus lalu lintas selama Nataru 2025/2026 dapat berjalan lebih aman, lancar, dan terkendali, terutama di kawasan wisata unggulan Bandung Barat,” pungkasnya. (Wit)
