Dishub KBB Pantau Lonjakan Kendaraan Nataru 2025 Lewat CCTV

Dishub KBB Pantau Lonjakan Kendaraan Nataru 2025 Lewat CCTV
Tangkapan layar CCTV kondisi arus lalu lintas di Kawasan Padalarang melalui laman resmi atcs.bandungbaratkab.go.id. Dok Dishub KBB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lonjakan volume kendaraan selama libur Natal 2025 mulai terasa di sejumlah ruas utama Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) KBB mengandalkan pemantauan lalu lintas berbasis teknologi, melalui kamera pengawas (CCTV) dan sistem penghitung kendaraan (traffic counting) yang bekerja secara real-time.

Pemantauan difokuskan pada jalur-jalur dengan intensitas pergerakan tinggi, terutama akses menuju kawasan wisata Lembang serta koridor Padalarang yang menjadi pintu masuk dan keluar Bandung Barat. Teknologi tersebut memungkinkan petugas mengambil langkah cepat saat kepadatan meningkat.

Baca Juga:Pemkab Bandung Barat Larang Pesta Kembang Api Jelang Natal dan Tahun BaruPerketat Kawasan Wisata, Bupati Bandung Barat akan Tindak Tegas Oknum Getok Harga Parkir di Lembang 

Kepala Dishub KBB, Mochamad Ridwan Evi, menyebutkan bahwa pengendalian lalu lintas selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini tidak lagi bertumpu pada pengamatan manual semata, melainkan didukung data digital yang diperoleh langsung dari lapangan.

“Setiap perubahan arus bisa kami pantau secara langsung melalui sistem ATCS dan traffic counting. Dari situ, keputusan seperti pengalihan arus atau rekayasa lalu lintas dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Ridwan saat dihubungi, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, sebanyak 56 titik CCTV dan alat penghitung kendaraan dioperasikan penuh selama masa Nataru. Sejumlah lokasi rawan kepadatan menjadi prioritas pemantauan, di antaranya Pasar Tagog Padalarang, Simpang Purabaya, Simpang Stasiun KCIC Gedung Lima, kawasan Farmhouse Lembang, Jembatan Combhipar, hingga Cimareme.

Selain dimanfaatkan petugas, Dishub KBB juga membuka akses informasi lalu lintas bagi masyarakat melalui laman resmi atcs.bandungbaratkab.go.id. Warga diharapkan dapat memanfaatkan data tersebut untuk menentukan waktu dan rute perjalanan agar terhindar dari kemacetan.

“Upaya pengendalian lalu lintas juga turut diperkuat dengan penempatan personel di lapangan. Sebanyak 135 petugas diterjunkan, dilengkapi dengan mobil derek, kendaraan patroli, rambu portable, water barrier, serta traffic cone,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan keselamatan transportasi juga dilakukan melalui ramp check bus dan pemeriksaan angkutan wisata, khususnya di kawasan Lembang.

“Sementara itu, pengawasan angkutan sungai dan penyeberangan (ASDP) diperketat di sejumlah dermaga sejak 23 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026,” tambahnya.

Baca Juga:Jelang Nataru Polres Cimahi Petakan Tiga Titik Rawan Macet di Jalur Wisata Kabupaten Bandung Barat Longsor Berulang di Kampung Walihir Bandung Barat Ancam Jalan Penghubung Dua Kecamatan

Ridwan menjelaskan, strategi berbasis data ini disusun berdasarkan evaluasi arus lalu lintas pada periode Nataru sebelumnya. Pada Nataru 2024/2025, tercatat lebih dari satu juta kendaraan melintas di wilayah Padalarang dan Lembang dalam rentang 10 hari.

0 Komentar