JABAR EKSPRES – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat memperbanyak literasi keuangan kepada masyarakat, ribuan kegiatan edukasi keuangan telah dilakukan sepanjang 2025.
Kepala OJK Jawa Barat Darwisman menguraikan, sejak Januari hingga 27 November 2025, OJK Jabar telah menggelar 11.225 kegiatan edukasi keuangan, setidaknya dari ribuan kegiatan itu ada 2.231.608 peserta telah dijangkau.
“Kami sudah banyak menginisiasi edukasi keuangan, jutaan masyarakat telah dijangkau,” cetusnya dalam keterangan resmi yang disampiakan Senin (22/12).
Baca Juga:Usai Terjadi Pengeroyokan di Kalibata, OJK Bakal Tertibkan Praktik Penagih Utang OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Bumi Pendawa Raharja
Darwisman melanjutkan, edukasi itu juga berkolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari lembaga keuangan, pemda, akademisi hingga komunitas masyarakat.
Menurutnya, berbagai edukasi keuangan itu juga cukup berdampak. Tercatat setidaknya ada pembukuan 15.774 rekening baru dengan nilai Rp 33,04 miliar oleh masyarakat yang mengakses layanan keuangan formal.
Menurut Darwisman, kualitas dan metode edukasi juga terus dipertajam dengan harapan makin mudah diterima masyarakat.
OJK berupaya menyusun materi secara tematik sesuai kebutuhan masyarakat yang meliputi literasi keuangan digital, perlindungan konsumen dari aktivitas keuangan ilegal, seperti pinjaman online ilegal. Termasuk pemahaman produk perbankan, nonbank dan pasar modal.
Metode pembelajaran dirancang partisipatif melalui diskusi, simulasi, dan kuis interaktif untuk meningkatkan pemahaman peserta secara optimal.
Lalu, jangkauan program juga diperluas melalui kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, serta komunitas lokal.
Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam bentuk seminar, workshop, dan pelatihan yang menyasar kelompok prioritas seperti pelajar, mahasiswa, pengusaha UMKM, penyandang disabilitas hingga masyarakat pedesaan.
Baca Juga:Perkuat Strategi Keuangan, OJK Bentuk Departemen Baru untuk Perbankan Syariah dan UMKM di 2026Hati-hati yang Suka Belanja Online,  OJK Peringatkan Banyak  Modus Penipuan Baru di Akhir Tahun
Edukasi tersebut diharapkan bisa berdampak kepada masyarakat, termasuk di dalamnya antisipasi jeratan pinjaman online ilegal.
Kemudian OJK Jawa Barat juga berupaya memperkuat ekosistem keuangan daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang bertujuan untuk mendorong percepatan akses keuangan yang inklusif bagi pelaku UMKM hingga sektor pertanian.
“Ini juga untuk mendorong agar pertumbuhan ekonomi Jabar tak hanya tinggi tapi berkualitas,” cetusnya.
Menurut Darwisman, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan salah satu komponen penting pembangunan ekonomi. Pihaknya mencatat bahwa indeks literasi keuangan Jawa Barat pada 2024 mencapai 66,46 persen sedangkan inklusi keuangan 80,51 persen.
