JABAR EKSPRES – Serikat Pekerja Mandiri Direnten (SPMD) Bandung Zoo mendatangi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Kamis (18/12/2025), untuk meminta kebun binatang kembali dibuka.
Menurut mereka, penutupan selama lebih dari empat bulan dinilai berdampak pada satwa, karyawan, dan pedagang di sekitar kawasan Bandung Zoo.
Juru Bicara SPMD, Sulhan Syafi’i, mengatakan rombongan karyawan menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada Kepala Balai Besar BKSDA Jawa Barat.
Baca Juga:Usai Digeruduk Karyawan Bandung Zoo, BKSDA Pastikan Pakan Satwa Dicover KemenhutTuntut Bandung Zoo Dibuka Kembali, Karyawan Geruduk BKSDA Jabar
Dia menyebut, tujuan utama kedatangan mereka adalah agar operasional kebun binatang kembali berjalan normal.
Menurut Sulhan, penutupan kebun binatang tidak hanya berdampak pada 129 karyawan, tetapi juga sekitar seratus pedagang yang menggantungkan hidup di area tersebut.
“Karena bukan hanya satwa yang terdapat, sebenarnya sekitar seratusan para pendagang dan juga orang yang mencari nafkah di sekitar Bandung Zoo itu sudah 4 bulan lebih hingga hari ini terdampak,” ujarnya.
Sulhan mengatakan Kepala BKSDA menyampaikan bahwa aspirasi pekerja akan diteruskan ke Direktorat Jenderal di Jakarta.
“Nanti akan disampaikan kepada Bapak Dirjen untuk menyampaikan apa yang kita sampaikan untuk aspirasi segera membuka Bandung Zoo,” katanya.
Dia menegaskan kondisi satwa masih terjaga meski kebun binatang ditutup. “Kalau secara umum 711 satwa kita itu tetap sehat, karena kita wajib hukumnya kita karyawan itu menjaga satwa itu,” ujar Sulhan.
Dia menambahkan, kegagalan menjaga satwa berpotensi menyeret karyawan ke ranah hukum. Soal pembiayaan, Sulhan mengungkapkan yayasan pengelola sudah tidak lagi mampu menanggung kebutuhan pakan sejak awal Desember.
Baca Juga:Diduga Palsukan Akta Bandung Zoo, Polda Jabar Tetapkan Mantan Pembina YMT sebagai Tersangka Babak Baru Kasus Korupsi Bandung Zoo, Eks Sekda Yossi Irianto Didakwa Rugikan Negara Rp59 Miliar
“Ya sejak tanggal 10 Desember itu sebenarnya yayasan kita yang membiaya itu sudah angkat tangan,” tambahnya.
Karyawan kemudian menggalang dana internal dan membuka donasi publik. Menurut Sulhan, biaya pakan satwa mencapai Rp415 juta per bulan. “Jadi bagaimanapun pengeluaran kita itu Rp415 juta per bulan itu hanya untuk pakan,” ujarnya.
Dia menyebut dana sebelumnya yang disebut masih tersedia sudah terkuras karena kebun binatang tutup hampir empat bulan.
SPMD berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret. “Semoga dari karyawan pengen Kementerian Kehutanan membuka ini melalui tim sementara. Itu solusi terbaik sambil menunggu keputusan hukum yang inkrah,” kata Sulhan.
