Pola Perlu Diatur, Program MBG Dinilai Memberikan Dampak Terhadap Ketersediaan Bahan Pangan

Hidupkan Pasar Lokal, Fraksi PKS Dorong MBG Dikelola Unit Terkecil
Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) cukup memberikan dampak terhadap ketersediaan bahan pangan, sehingga polanya perlu diatur agar tidak terjadi kelangkaan.

Hal itu diungkapkan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat rakor di Gedung Sate, Rabu (17/12). Dalam kesempatan itu, pihaknya turut menjabarkan progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tanah air.

SPPG Sudah 17 Ribu

Per 16 Desember ini tercatat sudah ada 17.555 SPPG beroperasi di 38 provinsi. Jumlah itu mengcover 50.677.714 penerima manfaat serta telah melibatkan 741.985 petugas SPPG. Selain itu, sebaran terbanyak ada di Jawa Barat.

Baca Juga:Biaya Penggantian Korban Keracunan MBG di KBB Belum Dibayar BGN, Dinkes: Masih Diproses di Tingkat PusatDapur SPPG De La Tina Mulai Beroperasi, Salurkan 797 Paket MBG untuk Anak di Purwadadi

Di 2025 ini BGN memiliki target 30 ribu SPPG berdiri dan bisa melayani sekitar 82,9 juta penerima manfaat. BGN juga memiliki anggaran yang tidak sedikit, yakni tembus Rp 171 triliun.

Banyaknya SPPG yang beroperasi itu tentu bakal berdampak pada permintaan bahan pangan. Karena hampir setiap hari SPPG memasak untuk para penerima manfaat.

Kemenko Bidang Pangan juga mencatat kalkulasi ketersediaan dan kebutuhan pangan pada 2025. Misal untuk beras, ketersediaan ada di angka 40.293.371 ton. Lalu kebutuhan beras ada di angka 30.975.843 ton. Jika digabungkan dengan antara kebutuhan dan target MBG bisa di angka 32.716.743 ton. Untuk beras masih bisa aman, tapi lain cerita dengan telor ayam maupun daging.

Misal untuk telur ayam ketersediaan bahan ada di angka 6.550.064 ton. Kebutuhan ada di angka 6.223.521 ton, sementara jika dijumlahkan dengan target kebutuhan MBG bisa tembus 7.659.763 ton.

Lalu daging ayam ketersediaan ada di angka 4.360.963 ton, sementara kebutuhan dan target MBG ada di angka 4.914.099 ton.

“Luar biasa memang dampak MBG, kalau seminggu menunya telur terus, itu bisa tidak ada telur, ” kata Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan juga menyambut baik ide Gubernur Dedi terkait rantai pasok bahan baku MBG, salah satunya melibatkan masyarakat untuk berternak hingga menanam sayur yang bisa menimbulkan gerakan ekonomi rakyat.

Jabar 28 Persen SPPG Beroperasi, Anggaran Ngucur Rp 54 Triliun

Baca Juga:Upah Karyawan MBG Mutiara Baregbeg Ciamis Tak DibayarViral Rekaman CCTV Siswa SDN 01 Kalibaru Ditabrak Mobil MBG di Cilincing

Sementara itu Kepala BGN Dadan Hindayana menambahkan, Jawa Barat jadi provinsi yang bisa dibilang tertinggi terkait kucuran anggaran MBG, termasuk update operasional SPPG nya.

0 Komentar